Kala itu, ada Festival Api Celtic di Samhain, yang memperingati akhir musim panen dan dimulainya tahun baru pada tanggal 1 November.
Budaya Halloween mulai berubah menjadi menyenangkan ketika pengaruh Kristen sekitar abad kedelapan, di mana Paus Gregorius III menetapkan 1 November sebagai waktu untuk untuk menghormati semua orang kudus dan pada malam sebelumnya dikenal sebagai All Hallows Eve, dan kemudian Halloween.
Sejarah Halloween seiring waktu mulai mengalami perkembangan, menjadi hari kegiatan seperti trik-or-treat, mengukir jack-o-lantern, pertemuan meriah, mengenakan kostum, dan makan camilan.
Sejarah Halloween dalam setiap peradaban, tercatat telah menciptakan beberapa bentuk ketaatan ritual yang berfokus pada apa yang terjadi pada orang-orang ketika mereka mati, ke mana mereka pergi, dan bagaimana orang hidup harus menghormati mereka yang telah meninggal atau menanggapi orang mati yang tampaknya tidak mau atau tidak mampu untuk melanjutkan hidup. Negara-negara di seluruh dunia saat ini merayakan Halloween dalam satu atau lain bentuk, mulai dari Hari Orang Mati Meksiko hingga Hari Menyapu Makam China.
(Endang Oktaviyanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.