Dokter Kurniawan menuturkan, ketika terjadinya polusi udara parah dikombinasikan bersama cuaca panas ekstrem, ini kondisi berisiko bagi seseorang untuk mengalami dehidrasi. Diawali dengan dehidrasi inilah, bisa berlanjut ke pengentalan darah.
“Dehidrasi ini juga bisa menyebabkan kekentalan darah dan terjadi stroke karena ada sumbatan," jelas dr. Kurniawan lagi.
Namun ia menegaskan, sebenarnya tidak ada korelasi langsung antara polusi udara dan cuaca panas dengan penyakit stroke. Maksudnya di sini, keduanya termasuk dalam kategori faktor yang dapat dimodifikasi.
“Jadi kalau orang bisa jaga hidrasi, nah bisa mencegah stroke," pungkas dr. Kurniawan singkat.
(Rizky Pradita Ananda)