Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantu Desa Wisata, Kemenparekraf Minta Pelaku Usaha Parekraf Waspadai Pinjol

Yesica Kirana , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |14:08 WIB
Bantu Desa Wisata, Kemenparekraf Minta Pelaku Usaha Parekraf Waspadai Pinjol
Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Okezone.com/Novie Fauziah)
A
A
A

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyerahkan program Dukungan Pengembangan Usaha Parekraf (DPUP) berupa bantuan uang tunai Rp120 juta untuk Desa Wisata Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Riau.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa dukungan ini merupakan tindak lanjut dari program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Koto Mesjid masuk 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2021.

"Saya mendorong supaya bantuan dana ini bisa difokuskan untuk peningkatan SDM, peningkatan produk-produk ekonomi kreatif, peningkatan destinasi wisata, sehingga kunjungan wisatawan lebih berkualitas dan terus meningkat," kata Sandiaga dalam keterangan resminya yang diterima media ini, Kamis (26/10/2023).

 BACA JUGA:

Bersamaan dengan penyerahan bantuan DPUP, Kemenparekraf juga membekali pelaku usaha parekraf Desa Wisata Koto Mesjid dengan literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tema “Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal”. Pelaku parekraf diajak tak terjebak investasi bodong dan pinjol ilegal.

Selain itu juga tentang “Pengenalan Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan” serta “Program Pemberdayaan Ekosistem Desa” dari Bank Rakyat Indonesia.

 Ilustrasi

"Melalui program peningkatan literasi keuangan ini diharapkan pelaku usaha dapat merencanakan dan mencatat keuangan usaha dengan lebih baik sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk dipertemukan dan mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan baik perbankan atau non perbankan," kata Menparekraf Sandiaga.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf, Syaifullah, mengatakan desa wisata memiliki potensi yang tinggi untuk tumbuh mandiri dengan berbagai kelebihan dan keunggulan serta keunikan sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi desa wisata itu sendiri. Termasuk Desa Wisata Koto Mesjid yang juga dikenal sebagai kampung Patin.

 BACA JUGA:

"Desa atau kampung ini sangat unik sehingga mendapat julukan Kampung Patin karena keberhasilan warganya dalam membudidayakan ikan patin. Desa wisata ini juga memiliki produk olahan ikan patin yang paling terkenal yaitu ikan Salai Patin," ujar Syaifullah.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Sarkawi, mengatakan diperlukan sinergi dan kolaborasi bersama dari berbagai pihak untuk mengembangkan dan membangun desa wisata sebagai suatu ekosistem yang tangguh dan mandiri.

"Kegiatan pembangunan kepariwisataan sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya, pada hakekatnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang ada dan terkait. Masing-masing pemangku kepentingan tersebut tidak dapat berdiri sendiri, namun harus saling bersinergi dan melangkah bersama-sama untuk mencapai dan mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan," ujar Sarkawi.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement