Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kakek di Korsel Carikan Rumah Baru untuk Anjingnya, Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 25 Oktober 2023 |11:15 WIB
Kakek di Korsel Carikan Rumah Baru untuk Anjingnya, Sadar Hidupnya Tak Lama Lagi
Kakek di Korsel carikan rumah baru untuk anjingnya. (Foto: newsnever)
A
A
A

Pertemuan pertama kakek dengan anjing kesayangannya

Diceritakan bahwa tujuh tahun lalu, tepatnya pada 9 Desember 2016, si kakek pergi ke pasar tradisional Moran. Di sana dia menemukan seekor anjing berwarna putih dibuang di kardus.

Takut anjing itu kedinginan, ia peluk anjing itu dan membungkus tubuhnya dengan jaket. Di momen itu juga, si kakek memutuskan untuk membawa pulang anjing malang tersebut.

9 Desember ditetapkan si kakek sebagai hari ulang tahun anjing kesayangannya itu. Setiap tahun di tanggal itu, kakek merebuskan ayam untuk merayakan ulang tahun Haenguni.

Tapi di 2023, kakek itu membulatkan tekad untuk merelakan anjing kesayangannya untuk mendapat rumah baru.

"Saya tahu ada yang salah dengan tubuh saya setelah peristiwa pemasangan alat pacu jantung. Saya bisa kehilangan kesadaran dan meninggal kapan saja. Saat memikirkan itu, saya khawatir dengan nasib Haenguni. Dia sudah seperti anak saya sendiri, saya tidak mau membiarkannya hidup sendiri setelah saya tidak ada," curhat si kakek.

Maka dari itu, si kakek coba mencarikan rumah baru untuk anjingnya. Ia diketahui curhat ke pemilik animal cafe dan cerita tersebut dibagikan ulang di media sosial kafe itu.

Banyak netizen tersentuh dengan kisah si kakek dan anjingnya yang bernama Haenguni. Meski begitu, belum ada satu netizen pun yang bersedia mengadopsi Haenguni.

Sampai akhirnya cerita itu didengar Dokter Hewan Seol Chaehyun dan Trainer Lee Gyusang. Mereka berdua datang ke rumah si kakek dengan tujuan memastikan anjingnya sehat dan terlatih.

Menurut mereka berdua, kenapa banyak orang tersentuh dengan kisah kakek dan anjingnya ini, tapi belum bersedia mengadopsi, itu karena Haenguni masih tergolong anjing liar dan belum terlatih sama sekali. Kesehatannya pun tidak terkontrol dengan rutin.

Sementara itu, dokter hewan Seol dan Trainer Lee kaget saat lihat Haenguni langsung. Anjing itu hanya mau menuruti kata-kata si kakek.

Bahkan, anjing itu hanya mau 'dekat-dekat' dengan si kakek. Ketika ada orang asing di dekatnya, dia tidak begitu happy.

Tapi, karena niat si kakek tulus menyelamatkan Haenguni agar tidak kesepian setelah dia meninggal, anjing itu pun diizinkan untuk dilatih setiap harinya. Bahkan, si kakek juga diberitahu agar ramah dengan orang lain agar anjingnya pun nyaman dengan orang baru.

Kakek ini bukan pria sebatang kara. Ia memiliki keluarga yang lengkap, ada istri dan anak. Sayang, istrinya meninggal lebih dulu, sedangkan anaknya kini 'lost contact' karena tidak nyaman dengan sikap si kakek yang terlalu keras. Jadi, di masa tuanya ia hanya ditemani anjing putih itu.

(Endang Oktaviyanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement