PARU-paru merupakan organ penting dalam tubuh yang berperan mendukung sistem pernapasan. Secara normal memiliki sepasang paru-paru yang saling bekerja sama dalam pernapasan manusia.
Lantas bisa kah manusia hidup dengan satu paru-paru?
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) mengatakan bahwa seseorang bisa hidup dengan satu paru-paru. Bahkan ada yang berhasil mendaki gunung Everest.
Lalu bagaimana caranya manusia hidup dengan satu paru-paru, apakah hidup dengan optimal?
Dokter Erlina menceritakan salah satu kasus pasien tuberkulosis (TB) yang diidap sejak lama dan paru-parunya sudah hancur.

“Jadi walaupun tuberkulosisnya disembuhkan, paru-paru yang hancur ini tidak berfungsi. Dapat dikatakan pasien ini hidup dengan hanya satu paru-paru,” ujar Erlina seperti dikutip dari cuitannya di Twitter atau X @erlinaburhan, Senin (16/10/2023).
Dokter Erlina menambahkan, selain TB ada beberapa penyakit yang bisa sebabkan paru-paru tidak berfungsi seperti fibroris paru-paru, kanker paru-paru, pneumonia, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
“Pada kondisi orang yang menjalani prosedur pengangkatan paru-paru, mereka memang butuh waktu untuk pulih. Setelah proses pengangkatan, satu paru-paru yang ada pada tubuh akan sedikit mengembang dan cairan akan mengisi ruang yang tersisa secara alami,” tuturnya.
Dokter Erlina menyarankan kepada seseorang yang hidup dengan satu paru-paru harus mengoptimalkannya dengan baik. Hal itu agar bisa membantu mendapatkan oksigen untuk kehidupan sehari-sehari.