MASYARAKAT dihebohkan dengan pemberitaan tentang seorang anak yang nekat mengakhiri hidupnya. Kabarnya hal tersebut dia lakukan akibat depresi.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jumat (13/10/2023) kesehatan jiwa yang dialami anak sama penting dengan kesehatan fisiknya. Depresi pada anak seringkali tersembunyi gejalanya.
Alhasil para orangtua diminta untuk lebih perhatian dan mencoba mengenalinya, serta melakukan pencegahan serta penanganannya. Lantas bagaimana cara mengatasi depresi pada anak?
Berikut seperti dilansir dari laman Kids Health, berikut ulasannya.
1. Bicarakan dengan anak tentang kesedihan dan depresi
Anak-anak mungkin tidak tahu mengapa mereka begitu sedih, dan mengapa segala sesuatunya tampak begitu sulit. Biarkan mereka tahu bahwa Anda mengetahui mereka sedang mengalami masa sulit.
Sehingga orang terdekatnya dipercaya untuk siap membantu, yakni dengan cara dengarkan, hibur, tawarkan dukungan Anda, dan tunjukkan cinta kasih sayang.
2. Jadwalkan kunjungan ke dokter anak

Kemudian beri tahu dokter anak Anda jika suasana hati sedih atau buruk tampaknya berlangsung selama beberapa minggu. Namun perlu diingat, hall ini tidak selalu berarti seorang anak mengalami depresi.
Tugas Anda, beri tahu dokter anak jika selama ini memperhatikan perubahan pada pola tidur, makan, energi, atau usaha pada buah hati. Lalu beri tahu mereka jika anak Anda sedang menghadapi kehilangan, stres berat, atau kesulitan.
3. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik
Selanjutnya nantinya akan dilakukan pemeriksaan lengkap, yang mana memungkinkan dokter memeriksa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gejala pada anak Anda.
Mereka juga dapat memeriksa depresi. Dokter anak Anda mungkin merujuk Anda ke terapis anak. Kantor dokter mungkin memiliki staf terapis anak.
4. Rencanakan kunjungan dengan terapis anak
Seorang terapis anak (dokter kesehatan mental) akan meluangkan waktu untuk berbicara dengan Anda. Mereka akan melakukan pemeriksaan depresi secara mendalam dengan mengajukan pertanyaan dan mendengarkan.
Perlu diketahui bahwa terapis tersebut dapat menjelaskan bagaimana terapi dapat membantu anak Anda.
5. Bawa anak untuk kunjungan terapi
Terapis mungkin menyarankan beberapa kunjungan, atau lebih. Terapi mungkin memakan waktu, tetapi Anda akan melihat kemajuan dalam prosesnya.
6. Bersabarlah dan baik hati
Saat anak Anda bersikap murung atau sulit, cobalah untuk tetap bersabar. Bicarakan dengan terapis anak Anda tentang cara terbaik untuk merespons ketika si buah hati bertindak seperti ini.
7. Berhubungan dengan anak dengan tenang
Seringkali, ada baiknya jika Anda berhubungan dengan anak Anda dengan cara yang tenang, kemudian membimbing mereka ke perilaku yang lebih baik.
Alih-alih merasa buruk, hal ini membuat anak merasa bangga karena telah berbuat lebih baik. Ini membuat mereka melihat bahwa Anda juga bangga pada mereka.
8. Nikmati waktu bersama
Habiskan waktu bersama anak Anda melakukan hal-hal yang Anda berdua sukai. Jalan-jalan, main game, masak, baca cerita, bikin kerajinan tangan, nonton film lucu.
Habiskan waktu di luar ruangan jika Anda bisa. Hal-hal ini dengan lembut mendorong suasana hati yang positif. Mereka membantu Anda dan anak Anda merasa dekat.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.