
Tidak hanya itu, Conant pun menyampaikan jika Dorothy melakukan terjun payung beberapa waktu lalu bukanlah untuk memecahkan suatu rekor. Dorothy memang ingin melakukannya saja.
"Dia tidak berniat memecahkan rekor. Dan dia tidak tertarik pada publisitas atau apa pun. Dia tidak melakukannya karena alasan lain selain ingin terjun payung,” kata Conant.
Namun, mau bagaimana pun keberanian Dorothy terjun payung di usia 104 tahun ini harus diapresiasi. Maka dari itu, a sedang mengerjakan dokumen untuk memastikan bahwa Guinness World Records mensertifikasi Dorothy secara anumerta sebagai skydiver tertua di dunia.
Skydive Chicago dan Asosiasi Parasut Amerika Serikat turut berduka
Atas kepergian Dorothy, pihak Skydive Chicago dan Asosiasi Parasut Amerika Serikat turut berduka.
“Kami sangat sedih atas meninggalnya Dorothy dan merasa terhormat telah menjadi bagian dalam mewujudkan rekor terjun payung dunianya menjadi kenyataan," ucap salah satu perwakilan Skydive Chicago dan Asosiasi Parasut Amerika Serikat.
“Terjun payung adalah aktivitas yang banyak dari kita masukkan ke dalam daftar keinginan kita. Namun Dorothy mengingatkan kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk merasakan sensasi seumur hidup. Kami selamanya bersyukur bahwa terjun payung adalah bagian dari kehidupannya yang menyenangkan,” katanya.
(Endang Oktaviyanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.