FESTIVAL musik Supernova di wilayah selatan Israel dekat Gaza pada Sabtu 7 Oktober 2023, diserang pasukan Hamas. Serbuan roket secara beruntun yang ditembakkan para pejuang Palestina itu menewaskan ratusan pengunjung festival untuk merayakan hari raya Yahudi, Sukkot.
Festival yang semula begitu meriah dengan pertunjukan musik berubah menjadi tragedi berdarah. Akibatnya militer Israel pun membalas serangan ke Palestina secara membabi buta, menewaskan banyak warga sipil Palestina termasuk perempuan dan anak-anak.
Lantas, apa itu festival musik Supernova?
Melansir dari NDTV World, festival musik Supernova juga dikenal sebagai Festival Universo Paralello. Festival ini berlangsung di Re'im, wilayah pedesaan Israel dekat dengan perbatasan Jalur Gaza.
BACA JUGA:
Acara ini bertepatan dengan hari raya Yahudi Sukkot yang digelar selama seminggu, diperingati mulai Jumat, 29 September 2023 hingga Jumat, 6 Oktober 2023.
Sukkot adalah hari raya yang menandai pengumpulan hasil panen dan memperingati perlindungan Ilahi yang diberikan Tuhan kepada bani Israil pada saat eksodus mereka dari Mesir.
Menurut The Guardian, festival musik Supernova yang bertajuk "perjalanan persatuan dan cinta" itu dimulai pada Jumat, sekitar pukul 10 malam waktu setempat
Festival itu berlangsung hanya beberapa jam setelah berakhirnya acara keagamaan Sukkot yang berlangsung selama seminggu di Israel.
Lantas, bagaimana hal ini bisa berubah menjadi insiden baku tembak dan aksi penculikan?
BACA JUGA:
Hal ini disebut-sebut dipicu karena ribuan anak muda yang menghadiri Pesta Alam, di mana mereka dinilai melanggar pagar perbatasan Gaza.
Pasukan Hamas lantas melancarkan tembakan ke arah sekitar 3.500 pemuda Israel yang tengah berkumpul untuk malam perayaan musik elektronik dalam rangka merayakan hari raya Yahudi di Sukkot itu.
Bagi Hamas, ribuan pemuda tersebut berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, yang bisa memicu kekhawatiran dan ketakutan mereka.
Ketika roket terus berjatuhan, para pengunjung festival melaporkan bahwa para militan menyerbu lokasi festival.
Banyak dari militan ini, yang datang dengan beberapa kendaraan hingga sepeda motor, dilengkapi dengan pelindung tubuh dan dipersenjatai dengan senapan serbu AK-47 dan granat berpeluncur roket.
BACA JUGA:
Hamas bahkan turut menggunakan pesawat layang gantung bertenaga motor untuk menyusup ke kawasan Israel.
Serangan besar-besaran yang dilancarkan Hamas ke Israel yang memicu pertikaian berdarah antara pasukan Palestina dan pasukan Israel adalah situasi keamanan terburuk yang pernah dihadapi negara Zionis itu sejak perang Yom Kippur tahun 1973.
Meningkatnya ketegangan di Israel dimulai pada Sabtu 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak yang tidak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Didukung oleh rentetan roket, pasukan Hamas menerobos blokade dari Jalur Gaza ke kota-kota Israel yang berdekatan. Serangan mendadak ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan penculikan – lebih dari 1.600 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.
BACA JUGA:
Israel kemudian melancarkan serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Gaza dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan perang dengan Hamas.
Serangan balasan brutal pasukan Israel ke Palestina bukan hanya menyasar pasukan Hamas, tapi juga banyak warga sipil termasuk wanita dan anak-anak jadi korban. Militer Israel bahkan turut menyerang rumah sakit dan ambulans.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.