Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arti Arah Mata Angin dalam Bahasa Jawa

Cita Zenitha , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2023 |10:58 WIB
Arti Arah Mata Angin dalam Bahasa Jawa
Ilustrasi arah mata angin(Foto: reuters)
A
A
A

MENGENAL arti arah mata angin dalam bahasa Jawa yang sedikit berbeda dan terkadang membingungkan. Ternyata sebutan mata angin dalam bahasa Jawa juga sering kali disematkan sebagai nama wilayah.

Seperti arah mata angin dalam bahasa Jawa terdiri dari kulon (barat), wetan (timur), lor (utara), dan kidul (selatan) sebagai empat mata angin utama. Sementara mata angin lainnya yakni lor kulon (barat laut), kudul kulon (barat daya), kudul wetan (tenggara), dan lor wetan (timur laut).

Menurut buku Falsafah Hidup Jawa karya Endraswara (2006) menyebutkan bahwa arah mata angin sudah menjadi bagian dari filosofi hidup masyarakat Jawa. Mereka memaknainya sebagai pemberian Tuhan kepada manusia sebagai penunjuk jalan.

Buku tersebut juga menjelaskan bahwa arah mata angin disebut sebagai “kiblat papat lima pancer” artinya empat sudut dengan satu pusat sebagai yang lima. Mulai dari wetan atau timur, yang melambangkan kawitan atau awal. Ini disimbolkan oleh kawah atau hubungan erat seperti saudara kandung.

Terdapat kidul atau selatan yang melambangkan darah, kulon atau barat yang melambangkan plasenta, dan lor atau utara yang melambangkan ari-ari. Masyarakat Jawa memberi nama banyak daerah menggunakan istilah arah mata angin, misalnya Gunung Kidul dan Kulon Progo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement