TUBEKULOSIS atau lebih dikenal dengan TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.
TB merupakan penyakit menular yang harus diwaspadai. Bahkan menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2020 sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TB. Tuberkulosis bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.
Lantas ibu hamil yang mengidap TB apa bisa menularkan ke janin?
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan para ibu hamil yang mengalami TB tak perlu khawatir, sebab hal itu tidak akan menular ke janin.

“Secara teori kuman TB bisa berpindah ke bayi melalui plasenta. Namun kemungkinannya sangat kecil, hanya nol nol koma sekian persen,” ujarnya seperti dikutip dari Twitter atau X @erlinaburhan, Kamis (28/9/2023).
Dokter Erlina menambahkan untuk ibu menyusui yang sedang tuberkulosis (khususnya TB paru) tetap bisa menyusui bayinya dengan aman, tapi harus menggunakan masker.
Wajar untuk ibu hamil memiliki kekhawatiran terhadap tuberkulosis, apalagi yang sudah terinfeksi. Ada beberapa hal yang perlu Anda tahu terkait tuberkulosis dan ibu hamil ini ya.
Dokter Erlina mengungkapkan sistem imun ibu hamil diketahui memang mudah menurun. Sehingga ada kemungkinan terjadinya perkembangan kuman TB. Sayangnya diagnosis tuberkulosis saat hamil itu seringkali terlambat karena gejalanya yang mirip dengan gejala kehamilan.
“Bila ibu mengalami batuk yang tak kunjung sembuh selama 2 minggu, maka segera konsultasi ke dokter,” katanya.
Nah bagi yang sudah terinfeksi, para ibu hamil tak perlu khawatir. Sebab obat-obatan TB sendiri tidak ada pengaruh negatifnya atau tidak ada efek yang merugikan untuk bayi.
“Justru pada saat hamil, lalu ibu tidak menjalani pengobatan TB, khawatirnya itu akan berpengaruh kepada bayi. Mungkin bayinya akan lahir dengan berat badan rendah. Jadi walaupun hamil tetap minum obat TB-nya ya,” kata dr. Erlina.
“Pengobatannya sendiri sama dengan pasien TB lain, bedanya ibu hamil tidak boleh diberikan obat suntik streptomisin. Karena memiliki efek samping berupa risiko berkurangnya pendengaran pada bayi,” katanya.
Untuk pencegahan tuberkulosis pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi sehingga dapat meningkatkan imunitas sang ibu.
“Makanan bergizi tersebut tidak hanya untuk ibu ya, tapi juga untuk janin,” ucapnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.