Fanny Aryani menceritakan, Mili merupakan anak keduanya yang meninggal dunia pada 2 Desember 2022, Milli memiliki pipi yang chubby dan rambut yang ikal, sungguh menggemaskan. Kepergian Mili pun sangat tiba-tiba, saat itu Mili yang biasanya bermain di rumah tetangga dan di halaman rumah sakit muntah-muntah, awalnya seperti muntah biasa, dan Fanny langsung memberinya air kelapa sebagai tindakan awal.
Namun, muntah-muntah Mili tak kunjung mereda, Mili yang biasanya makan dengan lahap hanya mau meminum ASI ibunya, hingga akhirnya Fanny membawa Mili pada pukul 10 malam ke UGD. Jam 2 dini hari Mili masuk ICU dan jam 10 paginya Mili sudah meninggalkan ibu dan ayahnya untuk selama-lamanya.
Fanny tidak tahu penyebab penyakit Mili itu karena tidak dilakukan tes darah ataupun CT Scan, namun dokter menyampaikan bahwa kemungkinannya akibat kuman dan bakteri, yang mana bayi seusia Mili sering memasukkan benda-benda dan tangannya ke mulut.
Kepergian Mili membuat Fanny menangis hingga 40 hari lamanya, Fanny pun memutuskan resign dari pekerjaannya, dan ayahnya MB Winata memutuskan untuk cuti selama 2 minggu. Namun, Fanny dan MB Winata harus kuat dan terus maju untuk dua anaknya yakni kakak Mili, Daya berusia 4 tahun dan Dhawa berusia 8 bulan.
Demikianlah cerita tentang Mili bayi usia 18 bulan yang meninggal dunia dan diabadikan lewat buku, yang dikutip dari berbagai sumber, semoga segala hal baik tentang Mili kecil selalu dikenang.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.