Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menarik Kepulauan Marshall, Negara Kecil di Pasifik yang Diprediksi Lenyap 2030

Yesica Kirana , Jurnalis-Selasa, 26 September 2023 |16:02 WIB
5 Fakta Menarik Kepulauan Marshall, Negara Kecil di Pasifik yang Diprediksi Lenyap 2030
Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik (Foto:
A
A
A

KEPULAUAN Marshall merupakan wilayah yang menyimpan jejak budaya kuno dan sejarah yang cukup kelam. Terletak di antara Hawaii dan Australia, negara ini merupakan salah satu negara terkecil di dunia.

Marshall memiliki iklim tropis dan budaya yang ramah, namun jarang dikunjungi di dunia dan terdapat sekitar 6.000 orang per tahun yang melakukan perjalanan ke tengah Samudera Pasifik.

Berikut 5 fakta menarik Kepulauan Marshall, sebagaimana dikutip dari laman USA Today;

1. Salah satu negara terkecil di dunia

Negara kepulauan ini terdiri dari 2 barisan pulau yang sejajar dengan total 1.200 pulau dan pulau kecil. Meskipun terdengar cukup banyak, namun luasnya hanya 70 mil atau 112.65 km persegi.

Faktanya, dengan luas wilayah tersebut yang membuat pulau ini menjadi salah satu negara terkecil di dunia. Namun, pulau-pulau ini tersebar di hampir 750.000 mil persegi, di mana sekitar 4 ½ kali lebih besar dari California.

Kepulauan Marshall

(Foto: IG/@marshallislands)

2. Mendapatkan akses air bersih

Kepulauan Marshall berhasil mencapai prestasi luar biasa, di mana mereka mendapatkan akses air bersih dari perbatasan ke perbatasan, yang juga dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Perusahaan peralatan luar ruangan Sawyer Products bekerjasama dengan organisasi nirlaba lokal yang dikelola oleh perempuan, Kora in Okrane (KIO), untuk memberikan sistem penyaringan yang disebut Sistem Ember Sawyer, yang dapat menghilangkan 99,99999 persen bakteri, kepada setiap rumah tangga tanpa biaya.

Diketahui, sebelum adanya program ini masyarakat harus merebus air sebelum dikonsumsi. Namun, cara tersebut kurang efisiensi dan tidak memiliki biaya juga untuk membeli air minum kemasan, sehingga tidak sedikit dari mereka yang sakit karena bakteri yang tercampur di air tersebut.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

3. Diprediksi akan menghilang

Penduduk Kepulauan Marshall juga berada dalam ancaman eksistensial yang mengerikan, di mana tempat tinggal yang saat ini ditempati di dataran rendah itu tidak akan dihuni pada tahun 2030 mendatang.

Kekeringan dan banjir yang ekstrem ini merupakan salah satu penyebab kerusakan pada bangunan, tanaman, dan sumber daya air tawar, hingga tembok laut yang digunakan untuk melindungi bangunan dari naiknya intensitas air laut. dapat terlihat di wilayah Majuro.

Pemerintah Kepulauan Marshall membuat Rencana Adaptasi Iklim pada tahun 2020 yang membahas skenario adaptasi potensial dan bahkan kesejahteraan sosial seperti dampak kesehatan mental akibat perubahan iklim dan warisan budaya yang berisiko hilang.

4. Terdapat peninggalan nuklir AS

Sekitar tahun 1946 dan 1958, AS menggunakan 4 pulau kecil di Kepulauan Marshall sebagai tempat uji coba nuklir, dengan meledakkan bom yang kekuatannya serupa 7.000 bom Hiroshima.

AS melakukan peledakan ini bertujuan untuk meyakinkan penduduk Marshall agar mau meninggalkan rumah mereka, hingga para petinggi Angkatan Laut AS mengatakan bahwa uji coba ini demi kebaikan penduduk setempat.

Bom atom, termasuk ledakan bom hidrogen pertama di dunia yang menyebabkan kerusakan pada kesehatan masyarakat dan lingkungan, serta mengakibatkan mengalami luka bakar pada kulit dan gangguan kesehatan lainnya yang cukup parah.

Infografis Kota Terbaik di Eropa

Karena itu, penduduk Marshall memperingati Hari Peringatan Korban Nuklir pada tanggal 1 Maret untuk menghormati mereka yang terkena dampak bom.

5. Perbedaan waktu

Untuk mengunjungi Kepulauan Marshall dari Amerika Serikat cukup sulit untuk dijangkau, karena jaraknya yang cukup jauh.

Cukup sulit untuk bepergian ke Kepulauan Marshall dari Amerika Serikat, khususnya dari Honolulu. Bayangkan seperti ini: Kepulauan Marshall berjarak 2.285 mil atau 3.6774 km di sebelah barat Honolulu.

Sehingga, jarak tersebut cukup jauh seperti dari Honolulu menuju San Francisco. Dalam perbedaan waktu ini, San Francisco lebih cepat 3 jam dibandingkan Honolulu, dan 2 jam lebih cepat dari Honolulu.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement