ISTRI Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, tampil dengan batik saat nonton Sheila On 7 di panggung Pestapora 2023. Ia mengenakan kebaya dan kain batik untuk nonton konser.
Apa yang dipilih istri Ganjar Pranowo itu menjadi sangat unik dan patut untuk dicontoh. Terlebih, gerakan Kebaya Goes To UNESCO terus digiatkan beberapa komunitas di Indonesia. Kebaya sebagai identitas bangsa perlu dinormalisasi di kehidupan sehari-hari, termasuk nonton konser.
Di sisi lain, kain batik motif parang yang dipakai Siti Atikoh Ganjar Pranowo dianggap mampu menyempurnakan tampilannya. Tak hanya mempercantik gaya, batik itu menyimpan makna filosofis yang dianggap cocok dengan Siti Atikoh Ganjar Pranowo.
"Saya merasa batik parang ini cocok dengan pribadi Siti Atikoh Ganjar Pranowo," kata Desainer Motif Batik dan Penggiat Batik Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti, saat dihubungi MNC Portal, Senin (25/9/2023).
Batik tersebut, kata Agnes, sejalan dengan kepribadian Siti Atikoh Ganjar Pranowo terkhusus dalam prinsip mendidik anak. "Ada kesan lembut yang terpancar dari mata Siti Atikoh dan itu dia terapkan dalam mendidik anak," kata Agnes.
Menurut Agnes, Siti Atikoh mengenakan kain tradisional motif parang curiga. Curiga di sini adalah istilah Jawa untuk bilah keris. Ada pepatah Jawa, 'Curiga manjing warangka, warangka manjing curiga' yang terjemahannya pisau keris memasuki sarungnya dan sarung memasuki kerisnya.
"Itu adalah penggambaran manusia seutuhnya yang terdiri dari badan kasar (fisik, wadag, warangka) dan badan halus (spirit, jiwa, keris itu sendiri)," jelasnya.
Maknanya, itu jadi pengingat bagi seorang pemimpin untuk meleburkan perjalanan spiritualnya ke dalam perilaku kesehariannya. Sebaliknya pula, dari tindakan fisiknya yang terlihat dan dirasakan manfaatnya bagi orang banyak, seseorang mesti bisa menilai kedalaman spiritual dari seorang pemimpin.
Siapa nih yang setuju kalau Siti Atikoh Ganjar Pranowo bisa menjadi trendsetter kalau nonton konser, bisa banget kok pakai kebaya dan kain.
(Martin Bagya Kertiyasa)