Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Polusi Udara di Dalam Ruangan, Begini Cara Mengatasinya

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Minggu, 24 September 2023 |19:00 WIB
Waspada Polusi Udara di Dalam Ruangan, Begini Cara Mengatasinya
Polusi udara di Ibu Kota masih memprihatinkan. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

POLUSI udara masih menjadi masalah masyarakat perkotaan saat ini. Bahkan menurut informasi terbaru, polusi udara juga dapat terjadi di dalam ruangan. Polusi itu dapat terjadi akibat beberapa faktor seperti asap rokok, produk rumah tangga, kompor batu bara, gas beracun, bulu hewan peliharaan, dan jamur.

Tentu hal ini juga akan menimbulkan dampak kesehatan yang sama pada penderitanya, apabila terpapar oleh penyebab polusi itu sendiri. Dokter Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) pun menjelaskan gejala yang ditimbulkan seseorang apabila terkena polusi udara dalam ruangan.

“Ini beberapa tanda-tanda kalau dirumah itu apakah ada polutan yang mengganggu kesehatan yang pertama ada sakit kepala biasanya muncul akibat karbonmonoksida, iritasi pada mata, iritasi hidung, mulutnya kering, kulitnya kering, ISPA, batuk, bersin-bersin, mual, kemudian juga hidung berair, lemas, dan lain-lain,” kata dr Agus, dikutip dalam Webinar PDPI, Minggu (24/9/2023).

Tidak hanya itu, menurut dr Agus beberapa riset di luar negeri juga menunjukkan polusi udara dalam ruangan terjadi dengan gangguan ISPA. Riset yang dilakukan Dherani et al pada 2008, menunjukkan polusi udara dalam ruangan menyebabkan risiko infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak sebesar 78 Persen.

Polusi udara

Sedangkan pada kelompok dewasa, riset yang dilakukan oleh Jery et al pada 2016 menunjukkan terjadinya peningkatan risiko infeksi pernapasan bawah akut yang signifikan.

“Nah riset kami yang dilakukan pada 2014 di Jakarta Timur, bagaimana lingkungan rumah yang kena asap rokoknya tinggi bagi indoor polution, batuk dan ISPAnya itu meningkat selama 12 bulan terakhir,” ucap dr Agus.

Selain itu dr Agus juga menekankan bahwa AC juga berpengaruh terhadap gangguan kesehatan indoor karena air conditioner tersebut dapat mencetuskan alergi atau risiko terjadinya infeksi. Terutama pada AC yang tidak pernah dibersihkan, karena AC yang tidak dibersihkan terdapat partikel-partikel airbone.

“Airbone ini sumber kuman-kuman bagi indoor polution. Jadi didalam rumah itu cukup banyak akibat airbone yang mengandung kuman, bisa di air conditioner, kemudian bisa dari karpet, bisa dari sofa atau bulu binatang, atau bahkan dari toilet itu harus diperhatikan sumber airbone ini banyak mengandung bakteri akibatnya menyebabkan infeksi,” tutur dr Agus.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement