Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ISWI Fashion Academy Gebrak Panggung Mode Amerika, Angkat Potensi Lokal Gaya Global

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Kamis, 21 September 2023 |21:59 WIB
ISWI Fashion Academy Gebrak Panggung Mode Amerika, Angkat Potensi Lokal Gaya Global
Mahasiswa ISWI Fashion Academy gebrak panggung mode New York. (Foto:Aldhi Chandra/Okezone)
A
A
A

ISWI Fashion Academy sukses mengirimkan mahasiswanya memperkenalkan karya busana di ajang internasional, IndoPop Movement, New York, Amerika Serikat, 14 September 2023. Mereka mengangkat potensi lokal gaya global yang terangkum dalam koleksi bertema Femme Fatale.

Mahasiswa ISWI Fashion Academy memang patut bangga karena bisa go global. Mereka yang terpilih adalah Syarifah Nadhila Shabrina, Natania Laurens dan Prajna Ayu Majedah.

Di ajang IndoPop Movement, New York, Amerika Serikat, karya mereka dipamerkan di hadapan para pencinta mode setempat. Tema Femme Fatale mereka pilih, di mana koleksinya terinspirasi dari seni tenun Garut.

ISWI

Hari ini, mereka membagikan cerita sukses dan kebahagiaan selama mengikuti ajang itu di hadapan para penggemar fashion Tanah Air, alumni ISWI, dan awak media.

“Kami senang dan bangga dapat mengikuti IndoPop Movement. Para mahasiswa ISWI Fashion Academy menyajikan koleksi yang sejalan dengan tujuan diselenggarakannya acara ini, yakni mempromosikan budaya Indonesia di Amerika Serikat,” tutur Nani Sunarni, Direktur ISWI Fashion Academy di Taman Kajoe, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Kamis (21/9/2023).

Mereka bekerja sama dengan Vierra, pengrajin tenun sutra Garut, yang diharapkan budaya Indonesia dapat terangkat dengan baik dan lebih dikenal. Tenun sutra Garut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kain sutra biasa, terutama dalam hal motif dan pengaturan warna yang menghasilkan efek tiga dimensi.

Menurut Nani Sunarni, koleksi Femme Fatale menggambarkan kecantikan memikat namun juga misterius.

”Koleksi ini menyatukan beragam motif dan jenis kain, termasuk tenun, tile, dan seruti,” ucapnya.

Sebanyak 10 set busana yang mereka pamerkan merupakan koleksi siap pakai dengan siluet yang khas. Koleksinya semakin cantik dan unik dengan imbuhan sentuhan aksen berlapis.

Nani Sunarni berharap, melalui partisipasi di ajang IndoPop Movement, mahasiswa ISWI Fashion Academy dapat menambah pengetahuan dan pengalaman berharga yang akan mendukung perkembangan karier mereka di industri mode.

Salah satu mahasiswa yang berpartisipasi, Natania Laurens merasa bangga bisa ikut di ajang itu. “Senang dan bangga bisa membanggakan orang-orang sekitar, orang tua. Masih mahasiswa sudah go international,” katanya.

Perjuangan mereka memang patut diapresiasi. Pasalnya, mereka mempersiapkan semuanya sendiri. Mulai dari proposal hingga proses produksi busananya.

“Kami hanya mendampingi, mengarahkan saja. Anak-anak menyiapkan proposal, produksi, menjahit sendiri. Mereka produksi kadang sampai subuh, salah dikit rombak lagi,” kata Devi Waluyo selaku Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia (YPWI).ISWI

Devi bersyukur semua terlewati dan dimudahkan Yang Maha Kuasa. Meski ada kerikil-kerikil selama proses persiapan, namun itu bisa diatasi.

“Dan yang saya deg-degan, karena ada dari anak saya berangkat sendiri. Di awal itu, visa kita sudah duluan. Ada yang belakangan, harga tiketnya tiga kali lipat. Kami tidak mampu, akhirnya dia pergi sendiri. Saya sampai tidak bisa tidur sama Mba Noella Andriyani Rilantono (Ketua YPWI – Red). Kami titipkan ke maskapai, minta dekat pramugari duduknya. Alhamdulillah, sampai juga di sana,” kata Devi.

Momen hari ini menarik, lantaran tidak hanya karya dari mahasiswa yang unjuk koleksi di New York saja yang dipamerkan. Namun, desainer alumni dan mahasiwa ISWI Fashion Academy yang sebelumnya sudah dikenal sebagai desainer juga dipertontonkan.

ISWI

“Banyak desainer yang muncul, tumbuh. Tapi banyak juga yang cepat hilang. Desainer yang eksis ini, sering kali mereka mulai karier secara otodidak. Dengan begitu, mereka semakin kuat ilmu-ilmunya, belajar lagi. Di sekolah memang tidak bisa memberikan segalanya, tapi kampus itu memberikan dasar-dasar fondasi. Pelaku fashion jadi bisa menilai, mengevaluasi yang sudah dikerjakan. Intinya, ilmu itu ada manfaatnya. Saya mengapresiasi desainer-desainer yang belajar lagi,” tutur Dina Midiani, desainer senior sekaligus alumni ISWI Fashion Academy kepada okezone.com.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement