Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Juta Orang Meninggal Akibat Polusi Udara Setiap Tahun, Anak-Anak Jadi Golongan Rentan

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 16 September 2023 |03:00 WIB
7 Juta Orang Meninggal Akibat Polusi Udara Setiap Tahun, Anak-Anak Jadi Golongan Rentan
Anak-anak jadi golongan rentan akibat polusi udara. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

BERDASARKAN data World Health Organization (WHO), sembilan dari 10 orang menghirup udara yang tercemar. Selain itu, diperkirakan sekitar tujuh juta orang meninggal setiap tahunnya karena polusi udara.

Berbagai penelitian juga memperkirakan bahwa terdapat hubungan antara polusi udara dengan gangguan alergi pernapasan, dan infeksi pada anak.

Ketiga faktor tersebut berpotensi menyebabkan peradangan kronis yang tidak terkendali pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut berdampak buruk pada fisiologi sistem pernapasan.

Mirisnya, alergi dan infeksi pernapasan yang diakibatkan polusi udara tersebut masih menjadi masalah kesehatan dunia, salah satunya di Indonesia. Dampak polusi udara bukan hanya mengancam orang dewasa, namun juga sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

Polusi udara

Institute for Health Metrics and Evaluation memperkirakan bahwa pada 2019, terdapat 28,14 kematian per 100,000 populasi anak di Indonesia. Kasus ini berhubungan dengan paparan polutan udara, menjadikannya sebagai faktor risiko ketiga terbesar untuk mortalitas dan morbiditas pada anak di bawah lima tahun.

Peneliti Studi 'The Notorious Triumvirate in Pediatric Health: Air Pollution, Respiratory Allergy, and Infection' Prof. Dr. dr. Anang Endaryanto, SpA(K), MARS mengatakan, Anak-anak lebih rentan terhadap polusi udara.

"Secara fisiologis, organ tubuh mereka seperti otak dan paru-paru masih dalam tahap pertumbuhan. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan akibat polusi udara," tutur dr. Danang, dari siaran pers yang diterima Okezone.com, Sabtu (16/9/2023).

Pada lingkungan yang kurang bersih, anak-anak akan lebih banyak terpapar polusi udara. Terutama karena mereka sering berada di luar ruangan. Meskipun pengaruh langsung polusi udara terhadap alergi pernapasan masih dalam penelitian, angka gangguan alergi pernapasan dan infeksi pada anak tetap tinggi.

"Hal ini disebabkan oleh polusi udara yang memicu reaksi peradangan yang memperburuk alergi pernapasan," tuturnya.

Penelitian terbaru lainnya bertajuk 'The Impact of Air Pollution on Gut Microbiota and Children’s Health: An Expert Consensus' menunjukkan bahwa polusi udara dapat mempengaruhi kesehatan anak secara langsung melalui tiga jalur, diantaranya: jalur perkembangan saraf, kekebalan tubuh, dan kardiometabolik.

Hal tersebut dapat terjadi karena polutan udara yang tertelan dapat menyebabkan disbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota usus. Kondisi ini dapat memicu respons sistem imun yang menimbulkan reaksi alergi pada anak.

Partikel polutan udara dapat mempengaruhi sel epitel yang merupakan lapisan pelindung usus, baik secara langsung maupun setelah diserap oleh mikrobiota usus. Kedua proses tersebut dapat menyebabkan melemahnya lapisan pelindung usus.

"Hal ini memungkinkan kuman bakteri dan polutan dari udara menembus lebih dalam ke lapisan dinding usus. Akibatnya, interaksi yang lebih aktif di antara sel-sel imun dan memicu peradangan, sehingga mengubah komposisi mikrobiota usus sesuai dengan perubahan lingkungan di pencernaan," tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement