Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Keselamatan Pasien, Kini Dokter Anestesi Dilengkapi Patient Monitor Dalam Negeri

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2023 |08:00 WIB
Tingkatkan Keselamatan Pasien, Kini Dokter Anestesi Dilengkapi Patient Monitor Dalam Negeri
Dokter anestesi kini dilengkapi dengan patient monitor. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN) dan GE HealthCare berupaya untuk meningkatkan keselamatan dan hasil klinis pasien dengan patient monitor dalam negeri berstandar internasional.

Upaya tersebut dilakukan dengan Continuing Medical Education atau CME (Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan) untuk memperkenalkan dan mempelajari penggunaan patient monitor dalam negeri. CME ini dilengkapi dengan modul Entropi dan algoritma EK-Pro bagi dokter Anestesi di seluruh Indonesia.

Plt. Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Ir. Sodikin Sadek, M.Kes. mengatakan, dalam upaya resiliensi atau ketahanan alat kesehatan, Kementerian Kesehatan fokus pada percepatan produksi alat kesehatan dalam negeri (AKD).

"AKD yang telah memiliki izin edar dan tentunya memenuhi persyaratan keamanan, mutu serta kemanfaatan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri. Kemudian dapat bersaing secara global," tutur Ir Sodikin, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (15/9/2023).

Pasien di rumah sakit

Ir Sodikin berharap patient monitor dalam negeri berstandar Internasional dapat memudahkan penggunanya, mengingat 75 persen SDM kesehatan merasa stres dengan perangkat medis karena memiliki tampilan data yang membingungkan, informasi yang berlebih, serta desain rumit.

Sementara itu, Direktur Peningkatan Mutu Tenaga KesehatanKementerian Kesehatan RI, Lupi Trilaksono, SF, MM, Apt mengatakan bahwa Kemenkes berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas SDM kesehatan seiring dengan perkembangan teknologi terbaru agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.

"Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk mendukung upaya peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan. Melalui berbagai dukungan dan inisiasi dari berbagai pihak, kami berharap bersama-sama kita dapat memberikan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERDATIN periode 2022-2025, Irjen Pol drAsepHendradianaSp.An., KIC., M.Kes mengatakan sebagai himpunan yang menaungi dokter spesialis anestesi dan terapi intensif di Indonesia, PERDATIN berkomitmen untuk meningkatkan standar praktek dan keselamatan pasien berbasis teknologi informasi.

"Untuk itu kami secara periodik menyelenggarakan simposium, seminar, dan workshop, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan standar dan kompetensi para anggota demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional," katanya.

Seperti diketahui, dokter anestesi mengambil peran penting dalam keselamatan pasien (patient safety) melalui evaluasi pra-anestesia, monitoring ketat anestesia dan tanda vital selama pembedahan, serta pemantauan pasca bedah. Untuk melakukan hal tersebut, dokter anestesi membutuhkan patient monitor yang canggih dengan parameter yang lengkap.

Hal ini penting untuk dilakukan guna memastikan pemulihan pasien lancar dan nyeri dapat terkontrol. Sehingga meningkatkan pengalaman bedah secara keseluruhan dan meningkatkan outcome klinis pasien.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement