MEDIA sosial dihebohkan dengan seorang atlet tinju bernama Farhat Mika Rahel Riyanto, berusia 15 tahun, asal Bondowoso Provinsi Jawa Timur yang meninggal dunia. Remaja tersebut mengalami pendarahan otak usai bertarung di arena tinju Porprov VIII Jatim 2023.
Farhat menerima pukulan keras pada bagian kepala pada ronde ketiga di babak delapan besar. Kondisi itu menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri saat di dalam ring, dan langsung dilarikan ke rumah sakit Jombang.
Sayangnya nyawa Farhat tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada dini hari tadi.
“Inalillahi. Segenap Keluarga Besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya atlet tinju Porprov kontingen Kab. Bondowoso, Farhat Mika Rahel Riyanto. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Mohon doanya,” tulis pemilik akun, dikutip dalam Instagram @jatimpemprov, Rabu (13/9/2023).

Menurut laman Medical News Today, pendarahan otak akan memicu terjadinya kompresi dan kerusakan pada jaringan otak. Akibatnya darah yang membawa oksigen tidak bisa mengalir ke jaringan otak, dan apabila otak kekurangan oksigen hal ini akan menyebabkan pembengkakan atau edema serebral.
Adanya darah yang terkumpul akan membentuk massa, yang disebut dengan hematoma. Jika hal ini terjadi, maka oksigen yang mengalir ke sel-sel otak akan terhambat dan menyebabkan kematian.
Beberapa faktor dapat menyebabkan pendarahan otak meliputi :
1. Trauma atau cedera kepala
2. Aneurisma serebral
3. Tekanan darah tinggi
4. Anomali pembuluh darah
5. Kelainan darah
6. Tumor otak
7. Konsumsi obat-obatan
Selain itu, gejala yang kemungkinan timbul juga bervariasi mulai dari kesemutan, mati rasa, atau kelumpuhan yang bisa terjadi pada bagian wajah, lengan, atau kaki. Di sisi lain, gejala lainnya meliputi:
1. Sakit kepala yang berlebihan
2. Kesulitan menelan
3. Terjadi masalah gangguan penglihatan
4. Hilangnya keseimbangan
5. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi
6. Pingsan atau tidak sadarkan diri
7. Kejang
Pendarahan pada otak memang dapat mengancam jiwa, sehingga memerlukan perawatan segera dan rehabilitasi jangka panjang apabila mengalami hal tersebut. Cegah sebelum terlambat, dengan mulai mengenali gejala dan tanda bahayanya, ditambah dengan melakukan pola hidup sehat, dapat mengurangi risiko terjadinya pendarahan otak. (LEO)
(Leonardus Selwyn)