MASALAH depresi tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Penyakit yang ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan ini bisa berakibat fatal, apabila tidak ditangani dengan tepat.
Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) depresi akan menunjukkan gejala sedih, cemas kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa mereka sukai, sehingga timbul rasa tidak berharga, atau memiliki pikiran negatif berulang kali kepada dirinya sendiri.
Untuk itu, pentingnya mengenal tentang edukasi depresi sangat diperlukan. Terlebih saat ini banyak sekali orang yang sebetulnya merasakan gejala depresi tetapi tidak menyadarinya, sehingga membuat kondisinya semakin parah.
Menurut dr. Ida Aju Kusuma Wardani, Sp.KJ (K), MARS, secara medis pengobatan dan penanganan depresi bisa dibantu dengan terapi obat dan non obat, tergantung dari keluhan yang dirasakan.

“Kalau terapi dengan obat jadi itu kita lihat keluhan yang tidak nyaman oleh pasien tersebut, misalnya cemasnya atau depresinya itu baru kita berikan obat. Misalnya pasiennya ingin menunda dulu, maka kita bisa berikan alternatif terapi yang lain misalnya psikoterapi psikotis,” ucap dr Ida, dikutip dalam Talkshow Keluarga Sehat, Senin (11/9/2023).
Akan tetapi, pengobatan yang dijalani oleh penderita tidak hanya bisa disembuhkan satu atau dua kali pengobatan. Pengobatan harus dilakukan secara rutin dengan setidaknya empat kali dengan adanya evaluasi setiap pertemuan.
Selain itu, dr Ida juga menuturkan bahwa seseorang yang telah mengalami depresi tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Sebab mereka mempunyai trauma di masa lalunya.