Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Menarik Rambut Sendiri Sampai Tercabut, Awas Tanda Gangguan Perilaku!

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Senin, 11 September 2023 |11:31 WIB
 Sering Menarik Rambut Sendiri Sampai Tercabut, Awas Tanda Gangguan Perilaku!
Menarik rambut sampai rontok. (Foto: Freepik)
A
A
A

SUSAH fokus, duduk diam, atau mengingat sesuatu merupakan tanda-tanda dari kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Namun, disamping itu ada gejala ADHD lain yang lebih mengejutkan dimana sang penderita kerap melakukan tindakan mencabuti rambut sendiri.

Kebiasaan tersebutlah yang kerap dikenal dengan nama ‘trikotilomania’, dan dapat terjadi pada orang dengan gangguan perilaku.

 mencabut rambut

Dikutip dari The Sun, dalam sebuah laporan baru-baru ini, para dokter di India mengingat kembali kasus seorang gadis berusia 25 tahun dengan ADHD yang suka mencabuti rambut kepalanya. Dia akan mencabut rambutnya hingga sepuluh kali sehari karena dia merasa gelisah sambil mondar-mandir di sekitar ruangan.

 BACA JUGA:

Dalam pemeriksaannya, dokter menemukan ada bercak kebotakan di kepalanya, terutama di daerah ubun-ubun kepala. Gadis tersebut juga menderita gangguan depresi berat, gangguan makan bulimia, dan serangan makan berlebihan karena olahraga berlebihan.

Para ilmuwan percaya bahwa perilaku mencabut rambut ini, secara kronis mungkin disebabkan oleh rendahnya tingkat dopamin, zat kimia otak yang mengatur suasana hati dan motivasi.

Bagi sebagian orang, hal ini terlihat seperti menikmati makanan, atau obat-obatan. Namun, perilaku yang berulang-ulang, seperti mencabuti rambut, juga bisa memicu serangan dopamin.

 BACA JUGA:

Seiring dengan rendahnya tingkat dopamin, penderita ADHD sering kali kesulitan mengatur emosinya. Mencabut rambut adalah strategi penanggulangan yang mengatur keadaan emosi negatif, seperti stres, dengan meningkatkan dopamin dan serotonin.

Jenis ADHD

ADHD dapat dikategorikan menjadi tiga jenis masalah perilaku, kurang perhatian, hiperaktif dan lalai. Frekuensi gejala individu ini akan menentukan jenis ADHD yang akan didiagnosis oleh dokter.

Pada orang dewasa, kondisi hiperaktif lebih jarang terjadi, dan gejalanya tidak kentara, sehingga lebih sulit diidentifikasi. Berikut ini adalah beberapa gejala dari ADHD yang terjadi pada anak-anak ataupun orang tua, antara lain seperti

1. Memiliki fokus dalam waktu pendek dan mudah terganggu

2. Sulit untuk mengerjakan tugas-tugas yang membosankan atau memakan waktu

3. Sulit mendengarkan atau melaksanakan instruksi atau perintah

4. Hiperaktif dan impulsif

5. Tidak bisa duduk diam, terutama di lingkungan yang tenang atau sunyi

6. Terus-menerus gelisah dan lainnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement