ASAM URAT bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba. Asam urat menyebabkan rasa nyeri yang sangat hebat dan pembengkakkan.
Menurut salah satu perawat Rizal Do, asam urat merupakan bentuk akhir metabolisme purin yang dicerna oleh tubuh. Purin sendiri adalah senyawa organik yang ada dalam banyak makanan (sehingga hampir tidak mungkin bisa menghindari purin dalam makanan kita). Sebab purin merupakan komponen penting dari DNA dan RNA di semua sel hidup.
“Purin adalah zat penting yang terdapat dalam tubuh, namun akan berubah menjadi racun apabila terjadi kelebihan. Untuk itu, putin harus dipecah sehingga asam urat bisa dikeluarkan dari tubuh,” kata Rizal, dikutip dalam akun X miliknya @afrkml, Minggu (3/9/2023).
Namun sayangnya, ketika purin dikonsumsi terlalu banyak maka produksi asam urat juga akan mengalami peningkatan. Ginjal yang seharusnya dapat mengeluarkan asam urat dari tubuh, gara-gara mengkonsumsi terlalu banyak menyebabkan ginjal menjadi kelelahan.
Kondisi ini membuat kristal asam urat akan menumpuk di bagian persendian, maka kristal itulah yang menyebabkan luka mikroskopis di jaringan sekitarnya sehingga memicu terjadinya suatu respon imun.
Sel imun itu akan melepas sinyal perintah yang disebut juga dengan sitokin, gunanya untuk melawan kristal asam urat tersebut. Akan tetapi, penyerangan yang dilakukan akan memicu terjadinya peradangan.
“Sel sendi jadi meradang dan nyeri, sampai-sampai kamu merasakan sakit yang nggak ketulungan. Akhirnya mau gak mau minum obat anti radang,” ucap Rizal.

Obat itu diminum sebagai bantuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri, meskipun asam urat akan masih menumpuk di dalam tubuh. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka ginjal akan mengalami kerusakan dan tidak bisa bekerja secara optimal.
Risikonya hipertensi akan datang dan membuat sel-sel menjadi rusak. Untuk itu, perlunya memperhatikan konsumsi makanan juga sangat penting untuk dilakukan. Karena jika penderita asam urat sudah memiliki ketingkatan yang tinggi sudah sangat berisiko.
Makanan seperti apa yang memiliki kategori purin rendah, sedang, dan tinggi?
1. Makanan rendah purin (boleh dimakan dalam batas wajar)
2. Buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk anggur, dan lain-lain.
3. Sayur-sayuran seperti brokoli, wortel, mentimun, kentang, dan lain-lain.
4. Prosuk susu seperti susu, keju, yogurt, dan mentega.
5. Biji-bijian dan produk olahannya seperti roti, sereal, pasta, oatmeal, dan nasi.
6. Minuman seperti air putih, kopi (dalam jumlah sedang).
Makanan sedang purin (kurangi konsumsinya)
1. Daging dan unggas: Ayam, kalkun, daging sapi tanpa lemak, daging babi tanpa lemak.
2. Seafood: Udang, kerang, ikan dengan kandungan lemak rendah seperti ikan tongkol, ikan dori, ikan nila.
3. Kacang-kacangan: Kacang polong, lentil, kacang tanah, kacang almond.
4. Telur: Telur ayam, telur bebek.
Makanan tinggi Purin (hindari untuk dikonsumsi):
1. Daging organ: Hati, ginjal, jantung, limpa, otak.
2. Seafood: Sarden, makarel, kerang, ikan herring, ikan trout.
3. Daging berlemak: Daging sapi berlemak, daging babi berlemak, daging kambing.
4. Ekstrak daging: Kaldu daging, ekstrak daging.
5. Alkohol: Bir, anggur, minuman keras.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.