Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Lindungi Kesehatan Anak dari Polusi Udara, Orangtua Wajib Paham

Syifa Fauziah , Jurnalis-Senin, 04 September 2023 |02:01 WIB
5 Cara Lindungi Kesehatan Anak dari Polusi Udara, Orangtua Wajib Paham
Cara lindungi kesehatan anak dari polusi udara. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

POLUSI udara yang semakin buruk di Jakarta berdampak serius pada kesehatan anak. Sistem pernapasan yang masih berkembang membuat mereka lebih rentan terhadap risiko penyakit dan komplikasi kesehatan.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), polusi udara diprediksi dapat memperpendek usia orang yang dilahirkan. Bahkan, anak-anak di kawasan Asia Selatan menjadi korban terparah yang terkena paparan polutan.

Sementara itu, dilansir dari AFP, laporan itu memprediksi pemangkasan angka harapan hidup anak-anak di negara dengan paparan polusi udara yang masif. Polusi udara jangka panjang juga berisiko merusak perkembangan organ dan saluran pernapasannya.

Lantas bagaimana cara melindungi anak terpapar dari polusi udara? Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin (4/9/2023).

1. Pahami Kadar Polusi Udara

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah para orangtua harus rajin mengecek kondisi udara di luar ruangan, apalagi saat akan mengajak sang buah hati beraktifitas di outdoor.

2. Gunakan masker

Polusi Udara

Guru Besar dalam Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) menganjurkan orang tua yang mengajak anaknya melakukan aktivitas outdoor untuk menggunakan masker. Sebab anak-anak masuk dalam kelompok rentan.

"Semua orang tua harus memastikan ketika membawa anaknya keluar beraktivitas dan kualitas udara di tempat yang didatangi kualitas tidak sehat kelompok sensitif, maka harus pakai masker," ujarnya dalam media briefing Kemenkes, beberapa waktu lalu.

Untuk maskernya sendiri pastikan masker yang khusus anak-anak. Jangan berikan anak masker orang dewasa karena fungsinya tidak akan maksimal.

3. Aktivitas di dalam rumah

Selama periode tinggi polusi, prioritaskan aktivitas di dalam ruangan. Ciptakan suasana menyenangkan di dalam rumah, misalnya melibatkan anak membantu membereskan rumah, ajak memasak, atau melakukan kegiatan kreatif lainnya. Hal ini juga dapat membangun bonding antara ibu dan anak.

4. Beri asupan bergizi

Hal yang tak kalah penting adalah memberikan asupan bergizi untuk anak-anak. Orang tua bisa memberikan makanan dengan antioksidan tinggi seperti sayur dan buah untuk memperkuat sistem imun anak-anak.

5. Gunakan penyaring udara

Penyaring udara merupakan langkah proaktif yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyaring udara agar area dalam rumah tetap bersih dan jauh dari polusi. Penyaring udara sendiri bisa menggunakan air purifier atau tanaman di dalam rumah.

Namun prof Agus menyarankan penggunaan air purifier ini untuk rumah-rumah yang berada di kawasan yang terpapar polusi.

"Pakai air purifier juga harus diukur luas ruangannya agar udara udara yang masuk bisa terfiltrasi dengan baik," katanya.

Selain itu pilih air purifier dengan filter HEPA (High Efficiency Particulate Air) dari Notale Air Purifier yang dapat menjadi solusi untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah. Alat ini membantu menghilangkan partikel-partikel berbahaya dan menjaga udara tetap bersih.

Air Purifier dilengkapi dengan fitur terbaru, selain dapat menghilangkan 99.9 persen polutan, partikel kecil, alergen dan debu. Selain itu juga dilengkapi UV Sterilizer sehingga dapat membunuh langsung kuman yang terhisap di dalam Air Purifier.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement