KINI polusi udara di Jakarta yang sudah sampai tahap mengkhawatirkan sehingga tidak sehat lagi bagi penduduk yang tinggal di kota ini. Banyak orang terserang batuk dan pilek akibat polusi udara yang parah.
Polusi udara untuk jangka panjang akan memberikan efek seperti meningkatnya risiko kanker, penurunan fungsi paru, hiperreaktivitas bronkus, reaksi alergi, asma, risiko penyakit paru obstruktif kronis, dan bahkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu polusi udara sebaiknya dihindari, apalagi yang punya penyakit terkait pernapasan seperti pilek dan rhinitis.

Lalu bagaimana cara penderita pilek dan rhinitis agar kondisinya tidak memburuk di tengah polusi?
BACA JUGA:
Dokter Muslim Kasim, M.Sc, Sp.THT-KL membagikan tips untuk penderita pilek dan rhinitis agar tak memburuk kondisinya,
1. Hindari pemicu alerginya. Pemicu alergi bisa macam-macam, bisa tungau, debu, bulu hewan dan lain-lain. Hal ini bisa diketahui melalui skin prick test, Sehingga penting untuk kita membersihkan dan menjemur bantal dan kasur karena di situ paling banyak tungau dan debunya. Singkirkan tempat-tempat berdebu seperti karpet, dan pakaian-pakaian bergelantungan, buku-buku yang berserakan, rapikan semuanya
2. Pastikan ventilasi rumah baik
3. Lakukan cuci hidung turin menggunakan NaCl 0,9 persen
4. Lakukan olahraga yang teratur
5. Gunakan air purifier dalam ruangan untuk mengurangi alergen pemicu alergi dalam ruangan