NAMA Gunung Lawu, tentu tak asing di telinga para pencinta alam atau anak gunung. Khusus bagi para pendaki, pastinya sudah tidak heran mendengar berbagai mitos menyeramkan yang menyelimuti gunung di Pulau Jawa ini.
Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Wilayah ini termasuk gunung berapi tat kini satunya istirahat. Di mana sewaktu-waktu akan meletus kembali, terakhir pada 28 November 1885.
Menariknya karena berada di perbatasan Kabupaten, Gunung Lawu juga memiliki tiga puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan puncak tertinggi bernama Hargo Dumilah. Serta terdapat sejumlah destinasi wisata alam menarik lainnya.
Selain destinasi wisata dan tiga puncaknya, Gunung Lawu menyimpan segudang misteri lho. Konon, disebut-sebut sebagai sarangnya para makhluk astral atau makhluk gaib. Berikut sejumlah mitos seputar Gunung Lawu yang dapat Anda ketahui.
1. Pasar Setan
Gunung Lawu juga dikenal dengan keberadaan pasar setan. Mitos ini pun menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat, khususnya di kalangan para pendaki.
Tak sedikit cerita yang pernah mendaki ke Gunung Lawu, mereka mendengar suara bising atau keramaian layaknya seperti di pasar. Akan tetapi itu hanyalah suara, namun penampakannya tidak kasat mata.

2. Pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa
Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.
3. Dilarang berkata dan berperilaku sembrono
Bagi para pendaki tentunya sudah tidak asing lagi dengan larangan atau pantangan, saat mendaki Gunung Lawu. Setiap orang yang ingin datang ke wilayah tersebut, diwajibkan memahami dan mematuhi aturan yang ada.
Contohnya, berkata kasar, merusak alam hingga berbuat tidak senonoh sangat dilarang. Apabila melanggarnya, konon akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti diikuti oleh sosok tak kasat mata.