Untuk itu, dirinya pun menaruh harapan kepada semua rumah sakit untuk dapat menjadi panutan di masa depan.
“Masih banyak orang yang baik, dan ini hanya segelintir oknum. Cuma karena selama ini selalu dibiarkan, makanya berjalan terus menerus. Mudah-mudahan kedepannya semua RS Kemenkes dapat menjadi panutan,” tuturnya.
Tidak lupa, di akhir konferensi pers yang dilakukan Kemenkes, dr. Azhar Jaya juga mengungkapkan harapannya untuk kasus seperti ini dapat dihapuskan dan Indonesia. Tujuannya agar bisa lebih menghasilkan dokter-dokter yang berkualitas.
“Dan kami berharap ini bisa sekali lagi dihapuskan dalam rangka pendidikan kita untuk menghasilkan dokter yang bermutu, berkualitas, profesional, dan martabat. Karena saya yakin, proses seperti ini tidak akan menciptakan istilahnya tidak mengeluarkan output dokter yang tidak bermartabat,” ucap dr. Azhar.
(Leonardus Selwyn)