KELOMPOK dokter dari NYU Langone Health menemukan fakta menarik dari proses transplantasi ginjal babi ke tubuh manusia yang sudah mati.
Proses transplantasi yang dilakukan satu bulan yang lalu itu ternyata menunjukkan kondisi dimana ginjal babi tetap berfungsi normal.
Dikutip Daily Mail, Kamis (17/8/2023) ini, proses transplantasi tepatnya dilakukan pada 14 Juli 2023. Saat itu para dokter di NYU Langone Health mendapatkan izin untuk menggunakan tubuh seorang pria bernama Maurice "Mo" Miller yang telah dinyatakan mati berdasarkan kriteria neurologi.
Ahli waris Maurice "Mo" Miller mengatakan, apabila meninggal dunia pria yang meninggal di usia 57 tahun itu ingin agar jenazahnya digunakan untuk kepentingan ilmiah.
Dari situ dokter di NYU Langone Health mencoba melakukan transplantasi ginjal babi ke tubuh Maurice "Mo" Miller yang sudah mati. Menariknya setelah proses transplantasi selesai, ginjal babi itu ternyata tetap berfungsi normal.

Keberhasilan xenotransplantasi itu jadi angin segar bagi dunia kedokteran. Diharapkan transplantasi organ binatang ke manusia yang menggunakan organ ginjal babi diharapkan mampu menyelamatkan manusia yang mengalami kegagalan ginjal.
Keberhasilan itu juga sedikit mengurangi kekhawatiran para pelaku medis mengingat sering gagalnya transplantasi organ hewan ke tubuh manusia.
Dokter Robert Montgomery dari NYU Langone Health mengatakan saat ini ketersediaan organ sangat sedikit untuk pasien medis yang membutuhkan. Alhasil banyak pasien meninggal karena tidak mendapatkan organ bantuan yang dibutuhkan.
"Saya sangat yakin xenotransplantasi adalah cara yang layak untuk mengubahnya," tuturnya.
Dia mengatakan ginjal babi yang digunakan mengalami modifikasi gen tunggal. Modifikasi itu membuat molekul gula yang ada pada permukaan sel babi t memicu sistem kekebalan tubuh manusia. Jadi sel-sel lain yang menyerang organ babi saat transplantasi dilakukan bisa dicegah.