PRESIDEN Joko Widodo mengatakan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan. Hal tersebut dia sampaikan dalam sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR dan DPD 2023.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu Indonesia itu mengatakan jika prevalensi stunting berada di angka 24,4 persen pada 2021, maka pada 2022 terjadi penurunan hingga 21,6 persen.
“Sampai saat ini kita berhasil menurunkan angka stunting menjadi 21,6 persen di 2022, menaikkan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,9 di 2022. Menaikkan Indeks Pemberdayaan Gender menjadi 76,5 di 2022,” kata Presiden Joko Widodo, dikutip dalam Pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang bersama DPR dan DPD tahun 2023, Rabu (16/8/2023).
Terjadinya penurunan angka stunting pun bukan karena tanpa alasan. Sebab strategi percepatan penurunan stunting terus ditekan melalui beberapa upaya yang dilakukan. Beberapa diantaranya seperti pelaksanaan kegiatan prioritas rencana aksi nasional Percepatan Penurunan Stunting. Kegiatan prioritas tersebut meliputi:

Walaupun belum mencapai target penurunan sebesar 3,5 persen setahun, Kementerian Kesehatan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak terkait capaian tersebut. Dengan upaya tersebut maka pada 2021 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali merilis hasil Studi Status Gizi Indonesia 2021 (SSGI 2021).