BELUM lama ini, Dinkes DKI Jakarta menyebut dari Januari-Mei setiap bulannya 100.000 warga Jakarta terjangkit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Data tersebut didapatkan dari 11 juta penduduk DKI Jakarta.
Meski terjadi di semua usia, berbicara kasus ISPA, anak-anak termasuk menjadi golongan yang rentan terkena masalah gangguan pernapasan satu ini dibanding orang dewasa.

Karena itu, di tengah masalah polusi udara di Jakarta dan sekitarnya yang tengah menjadi sorotan, penting bagi para orangtua untuk mengetahui sejumlah pencegahan ISPA terhadap anak-anak mereka. Apa saja itu?
BACA JUGA:
1. Hindari sumber penularan
Salah satu cara untuk mencegah ISPA atau melindungi anak dari gangguan pernapasan adalah dengan menghindari kontak secara langsung dengan orang yang tengah menderita sakit ISPA.
Selain itu, orangtua dapat mengingatkan anak untuk mencuci tangan secara rutin terutama setelah beraktivitas di luar rumah, menyentuh benda-benda kotor, sehabis buang air kecil atau besar.
Anak juga disarankan untuk menghindari keramaian yang memudahkan penularan penyakit dari satu orang ke yang lainnya.
2. Pemberian vaksin
Para orangtua juga dapat memberikan imunisasi pada Si Kecil untuk sejumlah penyakit terkait ISPA. Salah satu imunisasi yang cukup populer diberikan ke Si Kecil adalah vaksin pneumonia.
Vaksin tersebut digunakan untuk mencegah infeksi pneumonia atau infeksi lain akibat bakteri Streptococcus pneumoniae atau bakteri pneumokokus.
BACA JUGA:
3. Pemberian ASI
Bagi anak di bawah 2 tahun, ASI menjadi pencegahan terbaik untuk anak dari penyakit ISPA. Studi mengkonfirmasi bahwa ASI merupakan faktor pelindung terhadap kejadian ISPA.
Dilansir dari laman Kemenkes RI, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit, termasuk infeksi- Infeksi saluran pernapasan dan usus.
Lalu, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa ASI memiliki efek protektif terhadap terjadinya infeksi saluran pernapasan akut.
Bayi menyusui juga lebih terlindungi dari penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan akut. ASI juga telah dilaporkan mengurangi risiko infeksi saluran udara atas dan bawah.