LIMOFF hadir sebagai showcase untuk mempromosikan dan merayakan kekayaan budaya NTB melalui potensi karya para kreator sektor fesyen meliputi jenama fesyen dan pengrajin tekstil di NTB ke skala internasional. LIMOFF ditargetkan pula dapat menumbuhkan pelaku-pelaku industri kreatif baru di NTB, melahirkan brand-brand lokal di NTB, sehingga geliat industri fesyen menjadi sektor industri baru di NTB.
Selama empat hari penyelenggaraan, LIMOFF 2023 telah menghadirkan 900 koleksi dari 109 desainer dan jenama fesyen baik lokal, nasional, hingga internasional yang menampilkan ragam gaya modest fashion dengan mengeksplorasi wastra NTB.
LIMOFF menghadirkan guest national designers, antara lain Fomalhaut Zamel, Hannie Hananto, Monika Jufry, Najua yanti, Irna Mutiara, Itang Yunasz, Kami., dan Asri Welas. Berkolaborasi dengan AFDS (Asean Fashion Designers Showcase), LIMOFF turut menampilkan karya dari Asean Designers yaitu Fadzil Hadin dari Brunei, Natacha Van dari Kamboja, Wan Bainun dari Malaysia, Dave Ocampo dari Filipina, dan Hayden Ng dari Singapura.
Dengan menggunakan wastra Indonesia, produk fesyen muslim tanah air memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Tak hanya ditujukan untuk mempromosikan dan memasarkan produk fesyen muslim di NTB, LIMOFF turut mendukung ketersediaan wastra NTB secara berkelanjutan, antara lain melalui pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebanyak 2.023 Penenun Desa Sukarara, Lombok Tengah, di acara “Begawe Jelo Nyesek” atau festival menenun massal.