BELUM lama ini geger antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta. Bahkan sejumlah orang meninggal akibat terinfeksi antraks.
Dikutip dari Mayo Clinic, antraks disebabkan oleh bakteri pembentuk spora, Bacillus anthracis. Utamanya, antraks ini menyerang hewan ternak hingga hewan liar, tetapi juga mampu membuat manusia terinfeksi lewat kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan yang sakit.

Bakteri Antraks bisa masuk ke dalam tubuh lewat luka pada kulit. Selain itu, manusia dapat pula terinfeksi usai menghirup spora serta memakan daging yang telah terkontaminasi.
Berhubung masyarakat Indonesia gemar menyantap daging hewan ternak seperti sapi, harus dipahami baik-baik gejala yang bakal timbul usai Anda mengonsumsi daging terinfeksi antraks!
Dari penjelasan Department of Health New York State, menyantap daging terinfeksi antraks dan memasaknya masih kurang matang, akan menimbulkan gejala pada pencernaan. Gejala tersebut meliputi sakit perut luar biasa, demam, buang air besar berair, diare berdarah, muntah darah.
BACA JUGA:
Sementara itu, di luar gejala dari imbas mengonsumsi daging terinfeksi antraks, ada juga gejala lain yang timbul lewat sentuhan maupun menghirup. Sentuhan sendiri maksudnya menyentuh produk hewani terkontaminasi antraks seperti tulang, wol, hingga kulit, serta nantinya infeksi bisa terjadi saat bakteri masuk lewat luka atau goresan di kulit.
BACA JUGA:
Kalau sudah begitu, gejala yang ditimbulkan bisa berupa gatal, muncul bisul besar dan menjadi tertutup koreng hitam, dan apabila ini tidak diobati infeksi bakal menyebar ke kelenjar getah bening hingga aliran darah.
Nah, terdapat juga gejala timbul dari penghirupan spora bakteri. Antara lain orang yang terinfeksi lewat cara ini akan merasa demam, kelelahan, malaise, dan batuk atau nyeri dada untuk gejala pertama Selanjutnya, akan kembali terserang demam tinggi, denyut nadi cepat, dan kesulitan bernapas yang parah dalam dua hingga lima hari.
Jangan anggap sepele, Department of Health New York State menjelaskan bahwa Antraks yang terhirup seringkali berakibat fatal. Oleh sebab itu, ketika muncul gejala, segera ke dokter untuk mendapat perawatan yang benar.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.