KARYA seni berupa lukisan biasanya dibuat menggunakan cat kimia atau berbahan alami dari tumbuhan atau buah-buahan. Namun, seniman bernama Werner Hartl justru memakai kotoran sapi sebagai bahan utamanya.
Werner Hartl asal Reichersbeuern, Bavaria, Jerman, menggunakan kotoran sapi untuk membuat lukisan bergaya sepia sejak 2012, selama dirinya berstatus pekerja pertanian.
BACA JUGA:
Melansir dari Oddity Central, Hartl memasukkan kotoran sapi ke dalam tabung dan mengencerkannya dengan air untuk mendapat warna sepia yang berbeda.
Warner Hartl mengaku lebih suka mendapatkan cat langsung dari sumbernya. Dia meletakkan tabung di bawah rektum sapi untuk menampung kotorannya. Menurutnya bahan dari usus sapi itu bisa bertahan sampai setengah tahun.
BACA JUGA:
Hartl memakai latar belakang pedesaan dan pertanian negara bagian tersebut sebagai sumber inspirasi utama untuk lukisannya.
Adapun subjek favorit Warner Hartl ialah sapi. Namun, lukisannya juga menggambarkan traktor, mesin pertanian lainnya, rumah desa, ladang subur, bahkan foto seseorang.
Terkait prosesnya, Warner Hartl menjelaskan bahwa dia menggunakan air mengencerkan 'bahan' dan mendapatkan warna yang berbeda.
"Saya mulai mencoret-coret menggunakan sapuan kuas yang sangat kering dan lembut. Kemudian, saya menggunakan bahan yang encer untuk warna terang, saya menggunakan bahan tersebut tanpa campuran air untuk warna gelap," tutur Hartl.

Sementara itu, Hartl menjelaskan, bahwa lukisan monokromatiknya tidak berbau sama sekali, setelah beberapa hari hingga dua minggu. Hal itu seakan menepis anggapan banyak orang tentang kotoran sapi.
"Kalau basah, catnya agak bau, tapi kalau sudah benar-benar kering, tidak bau lagi," kata sang seniman,
(Salman Mardira)