SILENT killer hingga kini mengahntui masyarakat Indonesia. Apalagi mereka seringkali membuat pasiennya meninggal dunia tanpa gejala yang nyata.
Perlu diketahui, silent killer adalah penyakit yang awalnya tidak menampakkan gejala sama sekali, tetapi dapat merenggut nyawa penderitanya secara tiba-tiba.

Nah, Sering kali, penanganan penyakit sudah sangat terlambat dan bahkan diketahui ketika penderita di ambang kematian. Oleh karena itu hal ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat dan okezoners untuk lebih meningkatkan pengetahuan terhadap penyakit-penyakit silent killer.
Maka dibutuhkan deteksi dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat, serta mengurangi risiko komplikasi penyakit. Ini bisa mencegah keparahan dan kematian.
Dalam wawamcara dengan Okezone, Dokter Ihsan Biren menjelaskan, selama ini silent killer merupakan istilah yang sering disebut oleh tenaga medis. Nah, Silent killer merupakan penyakit yang sering membunuh diam-diam.
"Penyakit yang diam-diam mematikan. Selama ini biasanya tak ada gejala, tau-tau orangnya meninggal dunia," ujar Dokter Ihsan saat wawancara dengan Okezone.
BACA JUGA:
"Selama ini biasanya orang kan sakit kepala, nyeri perut, nyeri dada, pusing. Namun silent killer ini biasanya tak ada gejala, tiba-tiba stroke. Tiba-tiba meninggal dunia," katanya.
BACA JUGA:
Lalu bagaimana cara mencegah terkena silent killer?
Cara mencegah silent killer dengan menerapkan pola hidup sehat. Kurangi konsumsi garam, kopi, dan alkohol. Diet sehat dan olah raga yang teratur namun tidak berlebihan.
Olah raga yang dianjurkan adalah olah raga ringan, intensitas sekitar 30 menit dengan frekuensi 3-5 kali dalam seminggu.
Hindari merokok dan menghindari asap rokok, diet dengan gizi seimbang dan mempertahankan berat badan ideal.
Selain itu juga menerapkan berperilaku CERDIK untuk pencegahan silent killer yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
(Dyah Ratna Meta Novia)