Gubernur menyebut, fenomena ini biasa disebut frozen atau membeku, tapi ada juga menamainya embun upas atau embun salju yang tidak terjadi setiap hari, tapi hanya bila suhu mendekati 0 derajat celsius atau berada di bawahnya.
"Tapi ingat, bila melihat fenomena ini, jangan lupa menjaga kehangatan tubuh. Siapkan obat obatan, kenakan jaket tebal, kaos tangan, maupun penutup kepala dan kaki," tutur Khofifah.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardhani berujar bahwa fenomena embun upas seringkali terjadi khususnya di kawasan Gunung Bromo pada musim kemarau, bahkan juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, fenomena embun upas tersebut hanya dijumpai pada saat pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Bahkan, kata dia, fenomena embun upas ini juga bisa terjadi di kawasan Ranupane dan Ranu Regulo.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.