Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Makna Menerbangkan Lampion saat Perayaan Waisak

Farid Maulana Faqih , Jurnalis-Selasa, 30 Mei 2023 |16:00 WIB
Inilah Makna Menerbangkan Lampion saat Perayaan Waisak
Lampion diterbangkan di Candi Borobudur, Magelang. (Foto: ANTARA/Heru Suyitno)
A
A
A

PERAYAAAN Waisak 2567 BE akan dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu 4 Juni 2023. Ritual yang disertai dengan tradisi pelepasan lampion tersebut diprediksi bakal dihadiri sekitar 4.500 umat Buddha.

Ada 32 biksu dari berbagai negara juga ikut. Mereka menjalani ritual Thudong atau berjalan kaki dari Nakhon Si Thammarat Thailand menuju Candi Borobudur untuk merayakan Waisak0.

 BACA JUGA:

Hari Raya Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa penting, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana (wafat).

Dalam perayaannya, terdapat tradisi pelepasan lampion Waisak yang biasanya digelar di Candi Borobudur.

 

Pelepasan lampion menjadi acara puncak dari serangkaian upacara waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Wisatawan bisa mengikuti dan mengabadikan momen saat melepas ribuan lampion ke udara.

 BACA JUGA:

Momen ini menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi para wisatawan, tidak lupa selalu mengabadikan momen ini dengan memotret pelepasan lampion atau berfoto ditengah pelepasan ribuan lampion.

Lampu lampion yang diterbangkan itu disebut sebagai Lentera Puja. Lentera Puja ini diterbangkan dan dilepaskan saat malam penutupan Trisuci Waisak tahun ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement