Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Geliat Pariwisata Labuan Bajo Usai KTT ASEAN

Antara , Jurnalis-Senin, 29 Mei 2023 |01:45 WIB
Melihat Geliat Pariwisata Labuan Bajo Usai KTT ASEAN
Pimpinan negara ASEAN menyaksikan keindahan Labuan Bajo di atas kapal pinisi. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
A
A
A

GAUNG penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN atau ASEAN Summit 2023 menyita perhatian masyarakat luas. Perhelatan yang diselenggarakan pada 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tidak hanya menyita perhatian masyarakat Indonesia, akan tetapi juga dunia.

Konferensi dihadiri delapan pemimpin negara anggota ASEAN ini menghasilkan sejumlah kesepakatan, mulai dari perlindungan pekerja migran dan tindakan tegas terhadap perdagangan manusia, tidak menoleransi pencederaan terhadap nilai kemanusiaan terkait konflik Myanmar serta mendorong kesatuan ASEAN.

Kesepakatan lainnya, turut menguatkan kerja sama ekonomi di antaranya sektor ekosistem mobil listrik, memperkuat implementasi mata uang lokal dan meningkatkan konektivitas pembayaran digital antarnegara.

 BACA JUGA:

Sebagai tuan rumah KTT, Indonesia mampu menyuguhkan yang terbaik untuk para tamu kehormatan. Selain menyajikan jamuan berupa kuliner andalan khas berbagai daerah Nusantara yang juga digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsep menu sajiannya, Presiden turut mengajak para pemimpin ASEAN menikmati matahari tenggelam dari atas kapal pinisi di perairan Labuan Bajo.

Ilustrasi

Kapal Pinisi Labuan Bajo 

Senyum mengembang nampak dari wajah-wajah para pemimpin negeri. Sambil melepas penat sejenak selepas rangkaian acara sidang pleno pada 10 Mei 2023, para pemimpin negeri duduk melingkar di atas geladak kapal pinisi. Mereka bercengkerama, menikmati hembusan angin laut dan suara deburan ombak dalam dekapan langit senja yang indah.

Suasana sore yang cerah itu pun menjadi momentum untuk memasarkan wisata alam Labuan Bajo. Labuan Bajo memang menawarkan pengalaman mengagumkan bagi pengunjungnya. Wisatawan dapat menikmati keindahan ‘secuil surga di Bumi’ yakni Pulau Padar yang merupakan habitat hewan purba komodo. Panorama berikutnya, Desa Wisata Wae Rebo dengan rumah adat unik, Sawah Lingko yang menyajikan keindahan sawah berbentuk seperti sarang laba-laba.

 BACA JUGA:

Tak cukup itu, ada Pulau Kelor yang masih alami dengan pulau kecil berpasir putih, Pantai Pink yang tersohor dengan warna unik pasir pantainya, serta sejumlah objek yang juga sangat menawan.

 Ilustrasi

Pantai Pink di Labuan Bajo

Dampak positif

Pascapenyelenggaraan KTT ASEAN, masyarakat sekitar turut merasakan dampak positif di daerah pariwisata super prioritas (DSP) itu, salah satunya adalah pelaku jasa transportasi di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

“Kegiatan ini sangat mendongkrak perekonomian para driver pariwisata Labuan Bajo dan Flores umumnya karena hampir 95 persen anggota Awstar terlibat dan ikut ambil bagian, ini sangat membantu kami," kata Ketua Umum Asosiasi Angkutan Wisata Darat (Awstar) Labuan Bajo John Dacosta.

Dalam kegiatan itu, para pelaku jasa transportasi telah melayani para pejabat negara seperti menteri, lalu para petinggi instansi pengamanan, panitia, dan tim media. Mereka terlibat sejak tanggal 26 April sampai 14 Mei 2023.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement