Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Stroke, Tina Turner Idap Kanker Usus

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 25 Mei 2023 |08:58 WIB
   Selain Stroke, Tina Turner Idap Kanker Usus
Tina Turner (Foto: WZAK)
A
A
A

KABAR duka datang dari dunia musik Hollywood. Legenda musik Tina Turner meninggal dunia pada Rabu kemarin di usianya yang ke-83.

Penyanyi kelas dunia yang dikenal sebagai Ratu Rock 'n Roll itu meninggal dunia di rumahnya di Kusnacht, Swiss. Ia meninggal akibat penyakit menahun.

Sebelumnya meninggal, Tina sakit stroke, kanker usus, bahkan ia juga mengalami gagal ginjal.

 Tina Turner

Dikutip dari Today, Tina Turner berjuang melawan kanker usus. Pada Januari 2016, ia didiagnosis menderita kanker usus, yang dia bagikan dalam memoarnya.

Dia menderita diare kronis selama berbulan-bulan sebelumnya. Kemudian ia didiagnosis menderita karsinoma dan beberapa polip ganas. Namun, tidak jelas apakah kanker usus itu bisa dihilangkan.

Sebulan kemudian, dia menjalani operasi untuk mengangkat bagian ususnya yang terkena kanker.

Lalu apa saja faktor risiko kena kanker usus?

 

1. Riwayat genetik

Seperti sudah banyak diketahui bahwa risiko kanker meningkat ketika seseorang mempunyai riwayat genetik dari orang tuanya. Untuk mengetahuinya, cari tahu apakah orang tua atau kakek dan nenek Anda ada yang pernah mengalami kanker.

2. Riwayat penyakit usus tertentu

Penyakit radang usus seperti Crohn’s disease dan kolitis ulserative merupakan kondisi pada usus besar mengalami peradangan dalam jangka waktu lama. Hal ini juga menjadi salah satu faktor risiko kanker usus.

Penderita penyakit tersebut yang sudah bertahun-tahun, terutama jika tidak diobati, sering mengalami displasia. Displasia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sel-sel di lapisan usus besar atau rektum yang terlihat tidak normal, tetapi bukan sel kanker. Sel yang displasia inilah yang dapat berubah menjadi kanker.

3. Usia

Ketika memasuki usia tua tentunya segala sistem di tubuh akan menurun fungsinya, termasuk sel yang menghambat terjadinya kanker. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2015, memasuki usia di atas 45 tahun risiko terjadinya kanker kolorektal meningkat, apalagi di atas usia 65 tahun.

4. Jenis kelamin dan ras

Kanker kolorektal ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Sementara itu, dari segi ras, orang Afrika-Amerika dan Eropa timur merupakan ras yang mempunyai risiko kanker kolorektal paling tinggi di dunia.

 BACA JUGA:

5. Makanan olahan

Orang yang tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung serat tinggi rentan mengalami perlukaan dan polip kolorektal, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu, makanan tinggi lemak seperti daging merah, jeroan dan daging olahan seperti kornet, sosis, serta burger meningkatkan risiko kanker usus.

Apalagi jika jenis makanan tersebut digoreng menggunakan minyak dengan suhu tinggi atau dibakar. Bagian gosong berwarna hitam pada makanan yang dibakar tersebut merupakan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement