Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dibuat untuk Ritual Adat, Mengapa Patung Sigale-gale Dapat Menari?

Cita Najma Zenitha , Jurnalis-Senin, 22 Mei 2023 |11:00 WIB
Dibuat untuk Ritual Adat, Mengapa Patung Sigale-gale Dapat Menari?
Patung Sigale-gale, boneka kayu untuk ritual adat suku Batak. (Foto: Indonesia Travel)
A
A
A

PATUNG Sigale-gale merupakan boneka kayu tradisional suku Batak di Sumatera Utara. Uniknya patung yang digunakan untuk ritual adat tersebut bisa menari. Kok bisa?

Patung Sigale-gale dibuat dari kayu dan wujudnya menyerupai manusia dewasa lengkap dengan pakaian adat Batak. Saat tabuhan musik berbunyi, tubuh kaku Sigale-gale akan menari mengikuti alunan musik.

Hal ini menarik perhatian orang yang melihanya dan memicu pertanyaan mengapa patung Sigale-gale dapat menari?

 BACA JUGA:

Mengutip dari Indonesia.go.id, patung Sigale-gale dapat menari bukan karena ada unsur mistis, tapi memang karena ada seseorang yang mengendalikan menggunakan tali-temali.

Tali pada patung Sigale-gale seperti sistem saraf yang menghubungkan setiap bagian tubuh mulai dari kepala, leher, tangan, hingga kaki.

 

Sekilas pemasangan tali pada Sigale-gale sangat rumit. Setiap jalinan tali tersamatkan pada tubuh Sigale-gale dan podium kayu. Sigale-gale dapat menari dengan iringan musik gondang dan tarian tor-tor pada upacara sapata.

 BACA JUGA:

Masyarakat Batak Toba mempercayai Sigale-gale berkaitan dengan kematian putra Raja Rahat. Pada masa kepemimpinannya, Raja Rahat memiliki putra bernama Maggale yang terkenal dengan kehebatannya.

Manggale menjadi panglima perang saat kerajaan ayahnya mengalami perebutan kekuasan. Namun naas, Manggale tewas tidak kembali dan tewas dalam peperangan.

Mendengar putra semata wayangnya terbunuh, Raja Rahat merasa sedih sampai jatuh sakit. Masyarakat mulai khawatir melihat raja mereka dalam keadaan terpuruk. Untuk itu mereka memanggil tabib bernama Sibaso.

 Tabib itu memerintahkan masyarakat untuk membuat patung dari kayu yang mirip dengan Maggale. Itulah mengapa patung kayu Suku Batak disebut Sigale-gale.

Tujuan Sibaso membuat patung ini untuk memanggil arwah Manggale Sibaso menggelar upacara untuk memanggil arwah Maggale dengan iringan musik.

Sejak saat itu masyarakat Suku Batak percaya bahwa Sigale-gale adalah simbol menghantar kematian. Roh orang yang telah wafat dapat masuk kedalam tubuh Sigale-gale jika keluarga yang masih hidup menggelar ritual Sigale-gale.

 Ilustrasi

Tidak diketahui pasti kapan kesenian Sigale-gale dimulai di Pulau Samosir. Namun, berdasarkan Seri Pengenalan Budaya Nusantara: Misteri Patung Sigale-gale dari Sandy Situmorang kesenian ini dimulai pada tahun 1930 oleh Raja Gayus Rumahorbo.

Demikian alasan mengapa patung Sigale-gale dapat menari.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement