Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hebatnya Ilmu Kedokteran Forensik, Bisa Tahu Peristiwa Sebelum Kematian!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 16 Mei 2023 |11:15 WIB
 Hebatnya Ilmu Kedokteran Forensik, Bisa Tahu Peristiwa Sebelum Kematian!
Jenazah (Foto: Medical news today)
A
A
A

MUNGKIN banyak orang awam yang tidak tahu banyak soal dokter forensik. Padahal sudah jadi risiko bagi seorang dokter forensik mendapati pengalaman mistis maupun ilmiah yang menakutkan di ruang jenazah.

Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal dr Stephanie Renni Anindita, SpFM menjelaskan, dokter forensik bertugas untuk mengotopsi jenazah. Dalam Youtube-nya, ia menceritakan pengalamannya saat mengotopsi korban yang sudah dipocong atau dibungkus kain kafan. Korban merupakan seorang pria yang meninggal di hotelP

 Dokter Stephanie

Penyidik menggali informasi dari saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan TKP di hotel. Didapati beberapa fakta menarik dari jenazah yang dipocong ini.

Jadi, berdasar pantauan CCTV, korban sebelum meninggal dunia sempat memesan pekerja seks komersial (PSK). Untuk memesan PSK, korban mendownload aplikasi kencan.

Setelah itu, datang si PSK dan masuk ke kamar korban. Semua ini terekam CCTV hotel. Cuma beberapa menit berlalu, si PSK ini lari terbirit-birit meninggalkan kamar hotel dan menghilang dari pantauan CCTV setelah lari kencang di luar hotel.

Kejadian di dalam kamar hotel, menurut hasil pemeriksaan penyidik, ditemukan obat kuat yang tidak jelas mereknya apa dan kandungannya apa di meja samping tempat tidur. Obat ini menjadi salah satu alasan penyebab kematian si korban.

"Ada kemungkinan korban meminum obat kuat itu, lalu jantungnya gak kuat, dan tewas gak lama setelah itu," kata dr Stephanie.

Pernyataan saksi PSK pun mengarah ke sana. Menurut si PSK itu, korban sempat minta izin ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, korban muntah dua kali, lalu keluar dan sempoyongan sambil memegangi perutnya. Tak lama setelah itu korban jatuh dan saksi PSK keluar kamar karena takut.

"Terbuktilah, salah satu penyebab kematian korban adalah mengonsumsi obat kuat dan jantungnya gak kuat, apalagi obatnya gak jelas mereknya apa komposisinya apa. Obat itu cuma dibungkus plastik," cerita dr Stephanie.

Alasan korban dikafani

Alasan korban dikafani atau sudah dipocong, karena pihak keluarga korban terbagi dua kubu, ada yang setuju diotopsi karena kematiannya sangat janggal, ada juga yang menolak dan maunya langsung dimakamkan saja.

Sampai akhirnya korban dikafani dan ini keputusan salah satu pihak yang ternyata tahu penyebab kematian korban. "Jadi, supaya melindungi nama baik korban dari keluarga pihak istri, korban segera dikafani," tutur dr Stephanie.

"Nah, pihak keluarga ini akhirnya bilang ke keluarga besar kalau korban meninggal karena sakit," tambahnya.

Keluarga besar tahunya korban ini adalah pria sekaligus ayah yang baik, gak macam-macam orangnya. Download aplikasi kencan pun baru kali pertama di dalam hidupnya.

"Tapi, dari isengnya si korban, pesan PSK sampai pesan obat kuat, itu malah membahayakan nyawa sendiri dan meninggal dunia," kata dr Stephanie.

 BACA JUGA:

Nah, buat menutupi kejadian sebenarnya, korban dikafani supaya pihak keluarga istri tidak curiga. Tapi, jenazah gak bisa dibawa pulang karena surat kematian tidak keluar dari pihak rumah sakit sebab kematian jenazah itu tidak wajar.

 BACA JUGA:

Sampai akhirnya semua fakta terungkap dan pihak keluarga kaget bukan main. Gak cuma itu, pihak keluarga juga sedih sekaligus marah, karena sosok pria yang selama ini dianggap panutan, tega selingkuh ketika perjalanan dinas.

So, itu dia cerita tentang dokter otopsi pocong di kantong jenazah. Semoga cerita ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua.

Video dr Stephanie ini pun ditonton lebih dari 288 ribu sejak penayangan pertamanya pada 2 minggu lalu. Ternyata banyak orang yang suka mendengar cerita di kamar mayat seperti ini, ya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement