BALI bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tapi juga kesohor dengan tradisi budayanya yang unik. Masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya, sehingga turis diharuskan menghormati setiap norma dan aturan lokal. Salah satunya larangan menyentuh kepala orang Bali.
Bagi masyarakat timur seperti Indonesia, menyentuh kepala memang dianggap kurang sopan kecuali jika orangtua menyentuh kepala anaknya dengan maksud kasih sayang masih dianggap wajar di beberapa daerah.
BACA JUGA:
Lalu, apa alasan di balik larangan menyentuh kepala orang Bali? Walaupun mungkin Anda tidak akan melakukan hal tersebut, tapi ada baiknya untuk memahami aturan ini.
Ternyata, larangan tidak boleh menyentuh kepala orang Bali dikarenakan mereka yakin bahwa kepala adalah bagian tubuh paling suci. Sehingga, jika Anda melanggarnya, tentu saja akan dinilai tidak sopan.
Bahkan, mengusap kepala anak kecil sekalipun tidak diperbolehkan.
Memang, terkadang mengusap kepala anak kecil hanyalah sebatas gestur menunjukan kasih sayang.
Tapi ketimbang harus berurusan dengan warga lokal lantaran dianggap tidak sopan, jangan pernah menyentuh kepala orang Bali termasuk pula anak kecil.
Selain aturan tidak boleh menyentuh kepala orang Bali, ada pula sederet larangan lain yang berkaitan pada nilai kesopanan. Misalnya saja mengganggu prosesi keagamaan dan menginjak atau melangkahi sesajen.
Mungkin sesajen cukup asing di daerah asal Anda. Namun di Bali, sesajen merupakan bentuk penghormatan umat Hindu kepada sang pencipta alam sekaligus tanda terimakasih.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.