Oleh arena itu, TIC ini dihadirkan berbagai sarana informasi yang dibutuhkan oleh wisatawan mulai dari QR code, brosur-brosur penjualan paket wisata, pamflet, peta wisata Labuan Bajo, dan juga contoh-contoh produk ekonomi kreatif dari pelaku UMKM setempat.
"Sehingga, dunia internasional dapat mengenal Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas yang ada di Indonesia," terangnya.
"Kehadiran TIC ini kami harap juga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya sektor pariwisata serta menjaga keberlangsungan pariwisata di Labuan Bajo," tambahnya.

Angela melanjutkan, selain di Bandara Internasional Komodo, ada sembilan titik TIC lain yang tersebar di hotel-hotel yang ada di sekitar Labuan Bajo. Adapun lokasi dari kesembilan titik TIC tersebut adalah Jayakarta Hotel, Sylvia Resort, Parlezzo, Flamingo Wae Cicu, Laprima Hotel, Luwansa Hotel, Hotel Bintang Flores, Loccal Collection, dan Meruorah Komodo Labuan Bajo Resort.
"Saya berharap kehadiran TIC ini bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Labuan Bajo. Sehingga sektor parekraf kita bisa semakin kuat," pungkasnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.