PENDENGARAN adalah salah satu indera yang paling dibutuhkan seseorang untuk menjalani hidup secara normal. Oleh karena itu, setiap orang pasti menginginkan telinga yang bersih dan sehat.
Namun terkadang seseorang mengalami penyakit atau gangguan pada telinga. Hal ini terjadi karena infeksi yang terjadi pada telinga luar atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah.
Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, fungsi pendengaran pun mengalami penurunan kualitasnya.
"Infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur," ujar Dokter Spesialis THT Siloam Hospitals Jambi, Dokter Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, dalam sebuah kesempatan.
Menurut Dokter Arsia, pada telinga terdapat kotoran telinga atau serumen. Tindakan membersihkan telinga dapat membuat kotoran telinga terdorong masuk jauh ke dalam. Tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin masuk ke dalam, dikhawatirkan juga akan merusak gendang telinga bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair.
Selain infeksi, lanjut Dokter Arsia, serumen atau kotoran telinga juga dapat mengganggu pendengaran. Namun masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri dengan cara mengorek telinga.
Padahal serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara.
"Adapun serumen ini berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," imbuh Dokter Arsia.
Ia menjelaskan, organ telinga merupakan salah satu panca indra yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu telinga luar, telinga tengah, telinga dalam. Beberapa gangguan kesehatan telinga di setiap bagian telinga ini disebabkan infeksi, virus, dan bakteri.