Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Panglima Jilah, Sosok yang Bongkar Kesaktian Ida Dayak Obati Orang Lumpuh

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 05 Mei 2023 |19:30 WIB
Mengenal Panglima Jilah, Sosok yang Bongkar Kesaktian Ida Dayak Obati Orang Lumpuh
Panglima Jilah Suku Dayak Kalimantan (Foto: YouTube/Andrew Wenn)
A
A
A

FENOMENA pengobatan Ida Dayak belakangan viral dan ramai diperbincangkan masyarakat lantaran kemampuannya mengobati berbagai macam penyakit, khususnya patah tulang.

Tak hanya urusan patah tulang atau bengkok, Ida Dayak cukup sakti untuk memperbaiki penderita dislokasi tulang, kelumpuhan hingga penyakit stroke dengan caranya sendiri.

Metode pengobatan Ida pun terbilang unik, karena Ia hanya bermodal minyak khas Suku Dayak dan sedikit atraksi tarian kecil saat melakukan ritual pengobatan terhadap pasiennya.

Hebatnya, dalam waktu singkat hasilnya pun menakjubkan. Orang lumpuh bisa kembali berjalan, orang bisu pun perlahan mampu berbicara.

Sudah banyak video yang tersebar di media sosial mengenai kehebatan Ida Dayak. itulah yang memicu ribuan orang calon pasien rela mengantre berjam-jam untuk bisa bertemu dan diobati oleh Ida Dayak.

Terkait kesaktian Ida Dayak mengobati pasien lumpuh dan stroke, Panglima Jilah Suku Dayak akhirnya angkat bicara.

Ida Dayak

Ida Dayak (Foto: YouTube/Irul Sundewa)

Menurutnya, kesaktian Ida Dayak diperoleh oleh dukungan dari leluhur bahkan sejak Indonesia belum merdeka. Di pedalaman Kalimantan juga dikenal Minyak Bintang yang konon sangat ampuh mengobati orang lumpuh.

"Itu adalah suatu karunia yang diberikan kepada Ibu Ida Dayak. Itu baik adanya dan tidak merugikan orang. Kita sangat mendukung, karena kami orang Dayak sejak dulu, belum ada dokter kami selalu menggunakan ritual adat salah satunya minyak bubut itu namanya untuk patah tulang," ungkap Pimpinan Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah melansir dari channel YouTube SARAGAH BORNEO.

Selain minyak bubut lanjut Panglima Jilah, ada juga minyak bintang yang sangat ampuh mengobati pasien patah tulang. Jika minyak bubut diambil dari anak burung yang baru menetas dan dioseng hingga menghasilkan minyak, maka minyak bintang prosesnya lebih rumit lagi.

"Tak bisa kami ceritakan, yang pasti masih ada orang Dayak yang bisa membuat (minyak bintang) tapi tidak banyak," timpal Panglima Jilah.

Sedikit informasi mengenai Panglima Jilah. Panglima Jilah merupakan pimpinan dari pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) alias pasukan merah yang berasal dari Suku Dayak.

Pasukan merah sendiri merupakan pasukan elit yang memiliki peran dalam mempertahankan adat istiadat serta hak-hak Suku Dayak.

Asal usul Panglima Jilah Suku Dayak

Panglima Jilah yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Suku Dayak ini lahir dengan nama Agustinus Jilah. Ia lahir di Desa Sambora, Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, pada 19 Agustus 1980.

Panglima Jilah Suku Dayak

Panglima Jilah (Foto: Instagram/@dayak_nusantara)

Semasa kecil, Panglima Jilah mengalami hidup yang kurang beruntung. Secara fisik, penampilannya tampak kurang sehat dengan perut buncit dan lidahnya kerap keluar. Kondisi ini menyebabkan banyak orang tidak terlalu menyukainya.

Tak hanya itu saja, Panglima Jilah juga mengalami gagap semasa kecilnya. Sehingga komunikasinya cukup terbatas. Namun, di saat dewasa Panglima Jilah terkenal dengan orasinya di mana-mana.

Meski masa kecilnya kurang beruntung, kakek Panglima Jilah rupanya merupakan panglima perang di zaman kerajaan. Darah perjuangan dari sang kakek inilah yang nampaknya menurun ke dalam diri Panglima Jilah.

Panglima Jilah dengan keterbatasannya memiliki semangat juang yang besar untuk membela hak-hak masyarakat suku Dayah di tanah leluhurnya. Bermodalkan tekad dan kemauan, Panglima Jilah berhasil menyatukan Suku Dayak di seantero Kalimantan.

Panglima Jilah Suku Dayak

Panglima Jilah Suku Dayak (Foto: YouTube/Andrew Wenn)

Kabarnya, pasukan Panglima Jilah kini mencapai 48.000 orang yang tersebar di tanah Kalimantan. Untuk bergabung menjadi pasukan merah pun tidak mudah karena ada sejumlah persyaratan, seperti umur, kesiapan, dan kesanggupan.

Selain itu, calon pasukan pasukan merah juga memiliki pantangan yang harus ditepati. Salah satu pantangan yang harus ditepati adalah tidak boleh makan daging hewan, seperti sapi, kerbau, ular, anjing, dan menjangan.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement