Semakin lama Sanichar tinggal di panti asuhan, semakin dirinya mulai berperilaku seperti manusia. Pemuda itu belajar bagaimana berdiri tegak, bahkan menurut para misionaris, Dina Sanichar mulai berpakaian sendiri.
Beberapa orang mengatakan dia bahkan mengambil sifat paling manusiawi dari semuanya yaitu merokok. Mulai ada kemajuan bukan?
Berkomunikasi dengan Sanichar sangatlah sulit dikarenakan dua alasan. Pertama, dia menolak berbicara dalam bahasa yang sama dengan para misionaris yang merawatnya. Setiap kali ingin mengekspresikan dirinya, ia akan mengeram atau melolong seperti serigala.
Menariknya lagi, Sanichar bukanlah satu-satunya 'anak serigala' yang tinggal di panti asuhan itu. Berdasarkan informasi dari pengawas Lewis, Sanichar berteman dengan dua anak laki-laki dan satu perempuan lainnya ternyata juga diasuh kawanan serigala.
Dina Sanichar (Foto: Yuplife)
Menurut seorang ahli geografi, panti asuhan itu menampung begitu banyak 'anak serigala' selama bertahun-tahun, sehingga mereka tidak lagi kaget ketika ada anak lain yang juga ditemukan di hutan. Justru mereka akan lebih terkejut ketika panti asuhan mendapat pasokan daging setiap hari.
Faktanya, kisah anak-anak yang dibesarkan oleh serigala telah bermunculan di seluruh India. Dalam kebanyakan kasus, misionaris yang merawat anak-anak adalah satu-satunya sumber, jadi apakah mereka benar-benar liar masih bisa diperdebatkan.
Beberapa percaya bahwa misionaris mungkin telah menemukan mereka untuk perhatian media. Yang lain berasumsi bahwa anak-anak itu mungkin tidak dibesarkan oleh hewan sama sekali, dan mereka sebenarnya memiliki cacat intelektual atau fisik. Dalam hal ini, cerita mungkin dihasilkan dari orang-orang yang lebih menyimpulkan pada perilaku mereka.