Meski belum pasti HPV benar-benar bisa menyebabkan kanker tenggorokan, tetapi Profesor Mehanna melaporkan virus dapat berintegrasi ke dalam DNA manusia, yang mengarah ke sel kanker.
"Teori yang berlaku adalah kebanyakan dari kita yang tertular infeksi HPV bisa sembuh. Namun, sejumlah kecil orang tidak dapat menghilangkan infeksi karena kelainan sistem kekebalan tubuhnya," jelas Profesor Mehanna.
"Pada pasien tersebut, virus dapat bereplikasi terus menerus, dan seiring waktu berintegrasi pada posisi acak ke dalam DNA inang, beberapa di antaranya dapat menyebabkan sel inang menjadi kanker," tambahnya.
Untuk mengatasi tingginya angka risiko kanker tenggorokan akibat oral seks , Profesor Mehanna menekankan pentingnya anak laki-laki dan perempuan menerima vaksin HPV mereka, biasanya di Kelas 8.
Vaksinasi HPV disebut telah dilakukan di banyak negara untuk mencegah kanker serviks dan dipercaya juga efektif dalam mencegah infeksi HPV di mulut, meskipun belum ada bukti bahwa itu benar-benar ampuh.
(Vivin Lizetha)