Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri! Dokter Ahli Sebut Oral Seks Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 02 Mei 2023 |04:00 WIB
Ngeri! Dokter Ahli Sebut Oral Seks Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan
Oral seks bisa sebabkan kanker tenggorokan. (foto: Freepik)
A
A
A

FAKTA mengejutkan disampaikan oleh seorang ahli bedah terkemuka, Profesor Hisham Mehanna dari Institute of Cancer and Genomic Sciences di University of Birmingham. Ia mengungkap bahaya yang ditimbulkan dari oral seks.

Menurutnya, oral seks bisa menyebabkan kanker tenggorokan di mana kasus kanker orofaring terus meningkat di dunia barat dengan faktor risiko utama berasal dari penularan human papillomavirus (HPV) selama seks oral.

 BACA JUGA:

"Selama dua dekade terakhir, telah terjadi peningkatan pesat kanker tenggorokan di Barat, sampai-sampai beberapa orang menyebutnya sebagai epidemi," kata Profesor Mehanna, dikutip dari Metro.


 Oral seks

“Penyebab utama kanker ini adalah HPV, yang juga merupakan penyebab utama kanker serviks. Kanker orofaring kini menjadi lebih umum daripada kanker serviks di AS dan Inggris," lanjutnya.

 BACA JUGA:

Profesir Mehanna menjelaskan, faktor risiko dari kanker tenggorokan utamanya adalah jumlah pasangan seksual. Mereka yang memiliki enam atau lebih pasangan seks oral seumur hidup 8,5 kali lebih mungkin terinfeksi.

Dalam penelitian sebelumnya, Profesor Mehanna menemukan 80 persen orang dewasa Inggris yang disurvei pernah melakukan seks oral di beberapa titik di sepanjang hidup mereka.

Meski belum pasti HPV benar-benar bisa menyebabkan kanker tenggorokan, tetapi Profesor Mehanna melaporkan virus dapat berintegrasi ke dalam DNA manusia, yang mengarah ke sel kanker.

"Teori yang berlaku adalah kebanyakan dari kita yang tertular infeksi HPV bisa sembuh. Namun, sejumlah kecil orang tidak dapat menghilangkan infeksi karena kelainan sistem kekebalan tubuhnya," jelas Profesor Mehanna.

"Pada pasien tersebut, virus dapat bereplikasi terus menerus, dan seiring waktu berintegrasi pada posisi acak ke dalam DNA inang, beberapa di antaranya dapat menyebabkan sel inang menjadi kanker," tambahnya.

Untuk mengatasi tingginya angka risiko kanker tenggorokan akibat oral seks , Profesor Mehanna menekankan pentingnya anak laki-laki dan perempuan menerima vaksin HPV mereka, biasanya di Kelas 8.

Vaksinasi HPV disebut telah dilakukan di banyak negara untuk mencegah kanker serviks dan dipercaya juga efektif dalam mencegah infeksi HPV di mulut, meskipun belum ada bukti bahwa itu benar-benar ampuh.

(Vivin Lizetha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement