Pengunjung yang didominasi orangtua bersama anak-anaknya dimanjakan dengan puluhan kebun dan ribuan batang stroberi yang bisa dipetik sendiri karena tingginya yang tidak sampai satu meter.
Pihak pengelola tidak memungut biaya masuk ke pengunjung saat memasuki area perkebunan dan cukup hanya membayar parkir bagi yang memiliki kendaraan.
Warga setempat diketahui mulai bercocok tanam stroberi sejak sekitar 2013 yang dikelola secara mandiri hingga mampu menghasilkan tambahan penghasilan melalui penjualannya yang merambah hingga ke luar daerah.

Buah stroberi itu kemudian banyak dipesan melalui permintaan dari media sosial yang terlebih dulu diseleksi setelah dipetik sebelum dikirimkan.
Awalnya, kebun stroberi milik Pak Dadang hanya berjumlah 1.600 batang dari pembibitan awal yang hanya 17 batang dan susah dipasarkan.
Meskipun sudah memiliki pelanggan tetap, warga setempat sangat terbuka jika ada masyarakat yang ingin menikmati sensasi memetik stroberi langsung dari batangnya di kebun.