TERDAPAT larangan di Pantai Pelabuhan Ratu yang tak boleh dilakukan. Sebagai negara kepulauan, tentu pesisir pantai banyak tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Di Pulau Jawa sendiri terkenal dengan ragam pantai yang eksotis. Tak sedikit pantai yang menjadi pilihan utama menghabiskan waktu libur, salah satunya Pantai Pelabuhan Ratu.
Pantai yang memiliki nama asli Pantai Pelabuhanratu ini menjadi objek wisata favorit di pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat, Indonesia. Lokasi tepatnya 60 kilometer ke arah selatan dari Kota Sukabumi.
Selain terkenal dengan ombaknya yang tinggi, pantai yang ada di pesisir selatan Jawa juga masih kental akan adatnya, terutama tentang pantangan atau larangan.

Begitu pun pada Pantai Pelabuhan Ratu yang memiliki pantangan mengenakan pakaian berwarna hijau.
Pantangan ini oleh masyarakat luas acapkali dikaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul. Konon katanya baju warna hijau identik dengan ciri khas dari sosok yang dianggap sebagai penguasa laut selatan itu.
Pantangan ini bermula dari banyaknya pengunjung yang tenggelam dan kebetulan memakai pakaian hijau. Namun, bagaimana sebenarnya? Simak berikut ini penjelasan tentang larangan di Pantai Pelabuhan Ratu itu.
Konon, pengunjung yang mengenakan pakaian berwarna hijau hanyut ditelan ombak lantaran diculik Nyi Roro Kidul. Selidik demi selidik, rupanya larangan yang ada hanya mitos belaka.
Kendati begitu, ada alasan rasional yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Yakni, saat ada orang yang terbawa ombak di lautan, dan hilang lantaran susah ditemukan.
Tentu kejadian itu bukan kesalahan Nyi Roro Kidul, yang kerap dijadikan kambing hitam. Ini lantaran air laut tampak berwarna biru, dasar laut yang berisikan beragam benda, seperti pasir, karang, dan rumput laut, ketika terpapar sinar matahari, warna air laut pun jadi terlihat keruh, bahkan sedikit kehijauan.
Melansir dari laman resmi Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Widodo Pranowo peneliti madya Bidang Oseanografi Terapan memaparkan bahwa pakaian berwarna hijau akan menyatu dengan warna air laut, sehingga akan lebih sulit dicari dibandingkan mengenakan pakaian berwarna cerah seperti jingga atau merah muda.

Yang lebih menjadi perhatian, saat berkunjung di bulan Juni yakni awal dari musim angin tenggara.
Di mana angin dingin dan kering dari Australia bergerak menuju Indonesia ke arah Barat Laut yang memunculkan arus yang mematikan yang biasa disebut Rest in Peace (RIP) Current.
Angin yang bergerak dari benua kanguru tersebut memunculkan dua fenomena berupa gelombang menjalar mengarah tegak lurus ke pantai dan umbulan massa air laut dari lapisan dalam menuju ke lapisan permukaan yang dikenal sebagai upwelling.
Menurut Widodo, gelombang yang datang tegak lurus menuju pantai selatan Jawa saat ketika menghantam dua gundukan pasir atau karang yang mengapit sebuah alur laut yang lebih dalam dan menghasilkan arus balik mengarah ke laut dengan kecepatan sekitar 20 meter per detik.

Arus tersebut juga dapat menggerus pasir yang sedang dipijak wisatawan di bibir pantai lalu menyeretnya hingga 100 meter ke lepas pantai hanya dalam hitungan lima detik.
Itulah larangan di Pantai Pelabuhan Ratu yang sejatinya terkait kondisi alam. Semoga bermanfaat!
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.