DUBAI,Uni Emirat Arab (UEA) begitu memesona di mata warga dunia. Keindahan kota metropolitan megah yang berdiri kokoh di atas gurun arab berpasir
Teluk Persia, negara satu ini menawarkan ragam hiburan yang bikin Anda sering berdecak kagum.
Anda bisa menikmati gedung-gedung pencakar langit dengan struktur bangunan yang menakjubkan ataupun pantai-pantai elok di Dubai. Namun, jangan lupa juga bahwa Dubai memiliki sederet larangan yang sebaiknya dipatuhi.
Jangan sampai, liburan Anda terasa menyebalkan lantaran harus bermasalah dengan warga lokal. Tak ingin mengalami hal tersebut? catat 10 larangan saat berlibur ke Dubai berikut ini.
1. Menggunakan tangan kiri
Jika bertandang ke Dubai, Anda harus menaati larangan untuk tidak menggunakan tangan kiri dalam menyambut siapapun. Hal ini termasuk juga makan dengan tangan kiri, menyapa, membuka pintu, ataupun menyerahkan sesuatu.
Masyarakat Dubai umumnya menggunakan tangan kiri untuk bersih-bersih sebelum hadir tisu toilet, kloset, dan air pembilas. Oleh sebab itu, mengutip dari Traveltriangle, tangan kiri dianggap najis.
(Foto: Instagram/@ghazanfarsphotography)
2. Mengenakan pakaian tidak sopan
Larangan selanjutnya yang ada di Dubai adalah mengenakan pakaian 'tidak pantas'. Artinya, seseorang harus berpakaian sopan saat memasuki ruang publik dengan tak mengenakan baju pendek, ketata, hingga minim.
Sebenarnya, ada keuntungan tersendiri Anda mengenakan pakaian longgar dan sederhana. Anda akan tetap merasa nyaman di tengah iklim panas dan kering di Dubai.
3. Public display of affection
Jangan sekali-kali menunjukkan kemesraan atau public display of affection (PDA) di Dubai. Hal ini termasuk berpegangan tangan, pelukan, hingga ciuman.
Pasalnya, perilaku yang mungkin lumrah di negara Eropa atau Amerika ini ternyata dianggap tak dapat diterima secara sosial oleh masyarakat Dubai.
4. Mengambil foto tanpa izin
Larangan ini wajib diperhatikan oleh Anda yang gemar hunting foto dan mencintai fotografi. Di Dubai, Anda tak bisa sembarangan mengambil foto tanpa izin.
Hal ini berlaku jika Anda hendak memotret masyarakat setempat. Minta izinlah terlebih dahulu, apalagi jika objek manusia yang Anda potret adalah wanita dan anak-anak.