MENGULAS perihal air liur komodo apakah beracun dan mematikan. Komodo merupakan hewan purba dan satwa endemik Indonesia yang habitatnya ada di Nusa Tenggara Timur.
Komodo yang nama latinnya Varanus komodoensis ini adalah spesies kadal dengan ukuran terbesar dan paling berbahaya di dunia.
Dikutip dari AZ Animal, komodo memiliki tubuh yang besar dan berotot serta kekuatan gigitan yang cukup kuat dan berbisa membuat komodo mampu memangsa hewan dengan ukuran yang lebih besar darinya. Diantaranya, komodo mampu memangsa rusa, babi, kerbau, hingga bahkan manusia.
BACA JUGA:
Namun sejatinya, kekuatan gigitan komodo masih kalah jauh jika dibandingkan dengan satwa lain seperti buaya air asin Australia. Lantas apa yang membuat gigitan komodo berbahaya? apakah air liurnya?
Air liur komodo diyakini mengandung banyak bakteri beracun yang berguna untuk membunuh mangsanya.
Namun mengutip dari Sci News, ahli biologi dari University of Queensland menyebutkan jika air liur komodo mengandung 39 spesies bakteri aerob dan 21 spesies bakteri anaerob. Dan bakteri patogen atau yang berbahaya dari air liur komodo hanyalah sisa-sisa dari saat komodo minum dari lubang air yang dipenuhi dengan kotoran.
BACA JUGA:
Tidak hanya itu, komodo juga diketahui memiliki kebersihan mulut yang selalu dijaga. Setelah makan, komodo membersihkan bagian mulut mereka dengan menggunakan lidah yang membuat mereka tidak memiliki sisa-sisa potongan daging di mulut mereka yang dapat membusuk dan menumbuhkan bakteri.
Hal itu menandakan jika air liur komodo sejatinya tidaklah mematikan. Namun yang membuat gigitan komodo mematikan adalah racun yang mereka keluarkan di gigi mereka.