MASYARAKAT Arab Saudi merayakan Idul Fitri dengan cokelat, permen, dan hadiah berlimpah. Mereka menghidupkan kembali tradisi kuno, memperbarui kekerabatan, berkumpul lagi dengan keluarga dan teman, mengakhiri Ramadhan dengan meriah.
Lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia mengambil bagian dalam perayaan Idul Fitri yang telah diperingati selama lebih dari 1.400 tahun.
Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi sangat meriah. Mereka banyak yang memilih habis-habisan dalam menyemarakkan suasana lebaran.
Di hari-hari terakhir Ramadhan, misalnya, orang-orang mulai berburu pakaian baru, hadiah, dekorasi, dan permen. Seperti halnya di Indonesia, pakaian baru saat lebaran di Arab adalah keharusan mutlak.
BACA JUGA:
Ribuan pembeli memadati pusat perbelanjaan dan pasar di seluruh wilayah Kerajaan Saudi untuk mencari balon, barang murah, dan pakaian.
Dengan mal buka hampir sepanjang waktu selama tujuh hingga 10 hari terakhir Ramadhan, wanita pergi ke toko untuk mencari pakaian yang sempurna untuk pertemuan sosial yang direncanakan.

Idul Fitri di Arab Saudi (Arab News)
Sedangkan untuk pria, berburu thobe yang dirancang sempurna dengan ghutra atau shemagh (hiasan kepala) yang serasi. Sentuhan akhir sering kali mencakup kancing manset, sepatu, sandal, atau rompi.
“Sebagai anak-anak, kami tidak bersalah dan tidak banyak menuntut. Jika saya mengenakan gaun yang sama dengan sepupu saya, kami akan bertingkah seperti saudara kembar dan bersenang-senang,” kata Rehaf A, seorang warga dari Madinah mengenang lebaran di masa kecilnya seperti dilansir dari Arab News, Senin (24/4/2023).
BACA JUGA:
“Hari ini, saya masih menemukan pakaian yang sama dengan sepupu saya, karena pilihannya biasanya sangat terbatas saat berbelanja di saat-saat terakhir. Saya membuat kesalahan yang sama, tahun demi tahun. Tapi perjalanan ke Italia awal tahun ini memungkinkan saya untuk berbelanja, jadi saya tidak punya alasan.”
Dia mengingat momen shalat Idul Fitri di masjid suci Madinah, di mana semua orang berpakaian rapi dengan thobes dan gaun baru, dan beberapa orang berpakaian sama.

Belanja kebutuhan lebaran di Arab Saudi. (Arab News)
Aktivitas Lebaran
Idul Fitri momen yang penuh suka cita bagi warga Saudi. Mereka memulai pagi 1 Syawal dengan penuh kebahagiaan.
BACA JUGA:
Sekitar pukul 5 pagi, setelah shalat Subuh dan matahari mulai terang, mereka melakukan shalat Id. Masjid-masjid akan dipenuhi oleh orang-orang dari segala usia.
Alun-alun, trotoar dan tempat parkir akan disiapkan dengan karpet untuk melayani jamaah dalam jumlah besar.
Setelah shalat Idul Fitri selesai, orang-orang saling menyapa di masjid sambil mengucapkan “Kul Aam wa Antum Bekhair”, yang berarti “Semoga Anda baik-baik saja dan diberkati setiap tahun.”
Ketika meninggalkan masjid dan area shalat, banyak orang mengambil jalan pulang yang berbeda dengan jalan yang mereka lewati saat datang. Ini adalah sunnah yang berasal dari Nabi Muhammad.
Kemudian di rumah-rumah, aroma harum dupa bukhur yang bakar semerbak memenuhi udara. Beberapa orang memainkan lagu epik Umm Kulthum “Ya Leilet El Eid” di pengeras suara, sebuah tradisi pada malam sebelum Idul Fitri bagi banyak orang.
Lentera dan dekorasi digantung, piring dan cangkir kopi diatur, dan pakaian disetrika dan diharumkan dengan parfum favorit.
“Setiap keluarga memiliki tradisi mereka sendiri, masing-masing unik,” kata Sameera Hammad, seorang katering yang berbasis di Jeddah.
“Di beberapa rumah tangga, piring keju dan roti diletakkan dengan rapi di samping hidangan tradisional untuk mengakomodasi selera setiap orang.
“Tapi satu kesamaan yang selalu kalian temukan adalah memecahkan roti bersama. Yang paling penting adalah makanan enak yang dipadukan dengan senyuman dan tawa, menghidupkan kembali tradisi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya yang mungkin masih ada bersama mereka hari ini.
“Perpaduan indah antara tradisi baru dan lama itulah yang membuat mereka tetap hidup.”
Tidak ada Idul Fitri yang lengkap tanpa sepiring cokelat, kue maamoul yang diisi dengan kurma, dan manisan yang disajikan kepada para tamu, sementara anak-anak menunggu dengan tidak sabar untuk uang dan hadiah.
Saudi juga punya tradisi bag-bagi uang dari orang dewasa ke anak-anak saat lebaran, sama halnya seperti di Indonesia.
“Sebagai paman termuda, saya duduk dan melihat mereka menggeliat saat mereka mengintip amplop kecil berisi uang di saku saya. Itu hal yang menyenangkan," kata kata Maher Bahamdain dari Jeddah.

Sarapan atau makam bersama saat lebaran juga sudah jadi tradisi. Restoran dan kafe juga mempersiapkan paket ini untuk pengunjung.
Kementerian Kebudayaan dan Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi sudah menyiapkan pertunjukan kembang api, musik, komedi, dan drama dalam rangkaian perayaan lebaran.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.